Pria Asal Medan Ini Rekam Adegan Intim dengan Pacarnya Asal Muntok, Ada 12 Video dan Ini Rinciannya

Pelaku mengancam korban yang merupakan pacarnya itu akan menyebarkan video mesumnya jika tak memberikan uang Rp 4,2 juta..

Editor: Hendra
india Times
Warga Manado dihebohkan dengan video mesum . Berikut enam faktanya. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Seorang pria asal Medan Sumatera Utara, SFH (22) ditangkap oleh Tim Gabungan dari Polres Bangka Barat di Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, Jumat (17/7/2020).

Dia sengaja merekam dan menyebarluaskan video adegan mesum bersama pacarnya, EL asal Muntok, Kabupaten Bangka Barat.

Selain menyebarluaskan video-mesum' title=' video mesum'> video mesumnya, pemuda adal Medan ini juga memeras sang pacar El dengan meminta uang Rp 4,2 juta.

"Dari pengakuan tersangka, tersangka sudah membuat video pornografi sebanyak 9 kali di tempat yang berbeda, tersangka juga sempat menyebarkan video pada bulan Januari 2020 sampai dengan bulan Mei 2020," ujar AKP Andri Eko Setiawan, Kasat Reskrim Polres Bangka Barat.

SFH (22) diciduk tim gabungan Polres Babar, karena sengaja menyebar luaskan video porno hasil hubungan badan bersama pacarnya.
SFH (22) diciduk tim gabungan Polres Babar, karena sengaja menyebar luaskan video porno hasil hubungan badan bersama pacarnya. (IST/Polres Bangka Barat)

Kapan saja pelaku SFH merekam video-mesum' title=' video mesum'> video mesum bersama pacarnya simak penjelasan berikut ini:

1. Pada 08 Oktober 2019 sekira pukul 11.00 Wib saat pertama kalinya pelaku SFH membuat video tersebut dengan cara pelaku menghubungi korban menggunakan handphone merk Xiaomi type 5+ warna hitam milik pelaku.

Pelaku menghubungi korban dengan cara video call melalui aplikasi whatsapp dengan korban.

Pelaku langsung meminta korban untuk membuka pakaian yang digunakannya dan menyuruh melakukan perbuatan tidak senonoh saat video call tersebut pelaku merekam menggunakan aplikasi perekam layar tanpa sepengetahuan korban yang menghasilakan rekaman berdurasi selama 10:45 (sepuluh menit empat puluh lima) detik.

Aksi merekam video call tersebut dilakukan tersangka berulang masing-masing pada 10 Januari 2020 dan 24 Januari 2020 dengan berbagai durasi. 

2. Pada 29 November 2019 sekira pukul 14.25 Wib pelaku melakukan hubungan badan (layaknya suami istri) dengan korban.

Pelaku membuat 3 (tiga) rekaman video yang berdurasi 8:04 (delapan menit empat) detik, 17 (tujuh belas) detik, 51 (lima puluh satu) detik dan 2 (dua) buah foto menggunakan 1 (satu) unit handphone merk Xiaomi type 5+

3. Pada 30 November 2019 sekira pukul 14.00 Wib pelaku membuat 1 (satu) video pornografi berdurasi 16 (enam belas) detik ketika selesai berhubungan badan (layaknya suami istri).

4. Pada 9 Februari 2020 saat pelaku menemui korban di Kecamatan Muntok berhubungan badan (layaknya suami istri) dengan korban dan pada saat sedang berhubungan badan (layaknya suami istri).

Pelaku membuat video pornografi menggunakan 1 (satu) unit handphone merk Xiaomi type 5+ warna hitam sebanyak 4 (empat) video yang berdurasi 12:26 (dua belas detik dua puluh enam) detik, 32 (tiga puluh dua) detik, 36 (tiga puluh enam) detik dan 43 (empat puluh tiga) detik

Halaman
123
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved