Breaking News:

Berita Kriminalitas

Setubuhi Pelajar agar Direstui Orangtua, HR Diancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Seorang pria berinisial HR (19) terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara karena melakukan persetubuhan terhadap gadis di bawah umur.

posbelitung.co/Dede Suhendar
HR pelaku tindak pidana persetubuhan gadis di bawah umur, Selasa (21/7/2020) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Seorang pria berinisial HR (19) terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara karena melakukan persetubuhan terhadap gadis di bawah umur.

Bahkan pria asal Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung itu berniat menghamili Bunga (15) demi mendapat restu orang tua wanita.

Kini HR hanya bisa menyesal setelah perkaranya ditangani oleh Unit PPA Sat Reskrim Polres Belitung.

"Sebenarnya pihak keluarga korban juga pernah marah kepada tersangka, jangan mendekati korban lagi tapi tetap saja. Memang yang terakhir ini, kata tersangka salah satu cara supaya direstui hubungannya dengan cara ini," ujar Kanit PPA Sat Reskrim Polres Belitung Bripka Lartha Anggela kepada posbelitung.co, Selasa (21/7/2020).

Ia menjelaskan awalnya orangtua Bunga curiga melihat perilaku anaknya yang sering keluar rumah dari pagi hingga sore bahkan berlanjut sampai pukul 22.00 WIB dengan alasan belajar kelompok.

Pihak keluarga berinisiatif mengecek handphone korban karena korban berkepribadian agak tertutup.

Setelah mengetahui nomor handphone tersangka yang tak lain pacar korban, pihak keluarga sempat mengirim pesan agar mengantarkan korban pulang pada Minggu (19/7/2020) lalu.

"Tapi tidak juga diantar pulang, dicari sekitar pukul 22.00 WIB ketemu lah di tempat billiar. Akhirnya keduanya dipanggil dan ditanya ternyata benar sudah disetubuhi," ungkap Lartha.

Akhirnya orangtua Bunga memutuskan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Belitung dan pada Senin (20/7/2020) tersangka langsung diamankan.

Polres Belitung telah melakukan visum terhadap korban, memeriksa saksi dan menyita barang bukti.

Sedangkan tersangka akan dijerat Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

"Disitu diatur ada melakukan tipu muslihat, kebohongan atau membujuk anak melakukan persetubuhan," ungkapnya.

(posbelitung.co/Dede Suhendar)

Penulis: Dede Suhendar
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved