Breaking News:

Berita Belitung

Ada Delapan Potensi Bencana di Belitung, Ini yang Harus Diwaspadai

Tim Ahli Penanggulangan Bencana BNPB Masudi mengatakan, terdapat delapan potensi bencana di Belitung.

Posbelitung.co/Disa Aryandi
BPBD Kabupaten Belitung dan BNPB, rabu (22/7/2020) melakukan workshop sosialisasi dan internalisasi pengelolaan data dan informasi kebencanaan di balroom Hotel Maxone Tanjungpandan 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG-- Tim Ahli Penanggulangan Bencana BNPB Masudi mengatakan, terdapat delapan potensi bencana di Belitung. Bencana tersebut, punya resiko yang sangat besar dan punya potensi kerugian yang sangat tinggi.

Delapan bencana tersebut adalah, banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, kebakaran hutan dan lahan, gelombang berpotensi abrasi, gempa bumi, tanah longsor dan kekeringan.

"Itu tingkat bahayanya berbagai macam, salah satu nya misalkan, banjir itu tingkat bahaya nya sangat tinggi. Kalau tanah longsor dan gempa bumi potensi di Belitung ini kecil, karena tidak ada testar nya dilalui gunung api," ungkap Masudi kepada Posbelitung.co, Rabu (22/7/2020).

Sedangkan untuk kebakaran lahan, kata dia, untuk di Belitung memang sering terjadi, sama seperti angin puting beliung, sudah menjadi resiko bagi daerah kepulauan yang di apit oleh dua selat.

"Nah untuk pengkajian bencana itu, nanti kami pengkajian hingga ke tingkatan Desa, maka nya kami sudah melakukan verifikasi tingkat bahaya, dan mengukur ke tingkat kesiagaan Desa, sampai dimana dalam upaya pencegahan bencana ini, karena dari kajian tersebut nanti di olah dan di analisa menjadi peta kapasitas kabupaten," bebernya.

Selain dari mengambil nilai kesiagaan desa, BNPB dan BPBD akan mengambil kapasitas kabupaten, agar semua kajian tersebut bisa terukur dan di tetapkan dalam aturan BNPB.

"Nah untuk Belitung nanti, paling hasilnya akan keluar pengkajiannya dalam tiga bulan kedepan. Sekarang dalam tahapan analisa pengkajian bahaya, dan setelah ini kami masuk ke dalam kajian kapasitas dan resiko. Belitung ada 8 potensi bencana, satu potensi bencana itu ada lima peta yang akan di keluarkan dan yang paling sering terjadi di Belitung ini, banjir, kebakaran lahan dan puting beliung," jelas Masudi.

Workshop Pengelolaan Data dan Informasi Bencana

Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rabu (22/7/2020) melakukan workshop sosialisasi dan internalisasi pengelolaan data dan informasi kebencanaan di balroom Hotel Maxone Tanjungpandan.

Workshop tersebut, secara keseluruhan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Belitung, serta TNI/Polri. Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) secara langsung membuka workshop tersebut. Workshop ini dilakukan, sebagai bentuk penyusunan pengkajian resiko bencana.

"Salah satunya untuk penyusunan kajian ini adalah kajian bahaya, kedua kajian rentanan, misalkan penduduk yang rentan terkena bahaya berapa orang dan ketiga kajian kapasitas," ungkap Tim Ahli Penanggulangan Bencana BNPB Masudi kepada Posbelitung.co, Rabu (22/7/2020).

Menurutnya, yang melakukan pengkajian itu adalah BPBD Kabupaten Belitung. Namun untuk pengkajian ini dilakukan secara bersamaan-sama, agar mendapatkan hasil yang baik, sebab apabila tiga penyusunan kajian tersebut sudah di selesaikan, maka akan menjadi dokumen kajian resiko bencana.

"Nah setelah dari itu, nanti akan ada tahapan pengkajian bahaya. Itu ada tiga step nanti lagi, yaitu ada asistensi BNPB, asistensi publik dan baru nanti finalisasi," kata Masudi.

Dokumen tersebut, lanjutnya, tentu sangat penting untuk dimiliki oleh daerah yang punya potensi bencana. Sehingga bisa meminimalisir suatu resiko bencana, terutama untuk meminimalisir resiko kerugian rupiah yang besar, korban jiwa dan kerugian kerusakan lahan.

"Jadi paradigma sekarang ini, kalau terjadi bencana, bukan terjadi bencana baru bertindak, tapi di minimalisir sebelum terjadi bencana, karena tindakan kita preventif," tegas Masudi. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved