Breaking News:

Berita Belitung Timur

BPBD Beltim Bersama Tim Gabungan Gelar Simulasi Penanganan Kebakaran Lahan

Guna mencegah kebakaran hutan, BPBD Kabupaten Belitung Timur mengggelar penyegaran latihan bersama dan simulasi pananggulangan kebakaran.

posbelitung.co/Suharli
Simulasi pemadaman api saat latihan bersama BPBD Beltim dengan pihak swasta, Rabu (22/7/2020) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNGTIMUR - Guna mencegah kebakaran hutan, BPBD Kabupaten Belitung Timur mengggelar penyegaran latihan bersama dan simulasi pananggulangan kebakaran di lapangan sepak bola PT SWP.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Beltim, Helmy Akbar ditemui di sela kegiatan menuturkan, kegiatan penyegaran latihan merupakan sebuah wadah bersama antara pemerintah dengan swasta dalam hal ini stakeholder yang menangani masalah kebakaran hutan dan lahan.

"Jadi kalau dari pemerintah BPBD Beltim dan swastanya dari KLK group ini yang ada di Belitung ini yaitu PT Parit Sembada dan PT SWP, mereka punya tim pemadam kebakaran, jadi sesuai dengan apa namanya surat keputusan dari menteri kehutanan yang disaran seperti itu," ujarnya

Dia mengatakan mengingat prediksi ramalan dari BMKG itu bahwa musim kemarau tahun 2020 antara April- Juli dan akan memasuki puncaknya pada Agustus.

Jadi untuk itulah kami ini ibaratnya diundang dari pihak KLK ini atau latihan bersama dalam rangka menghadapi itu.

Seperti tahun-tahun sebelumnya memang ada sinergi antara swasta dengan BPBD Beltim pada saat terjadi kebakaran hutan kami yang turun dibantu dari tim yang dari PT Parit Sembada dan PT SWP.

Sebaliknya apabila ada kebakaran lahan yang di lingkungan mereka kalau mereka tidak bisa mengatasi.

"jadi biar lebih sinergi ketemu refreshing latihan, yang dilibatkan dalam kegiatan ini kalau dari kami dari tim BPBD itu TRC PBB-nya itu sebanyak itu banyak total 17 orang, dari grup dua perusahaan mereka nurunkan itu 70 orang dari lima regu," ujarnya.

Dalam latihan tersebut, pihaknya membahas dasar-dasar hukum perundang-undangan berkaitan dengan larangan pembukaan hutan dan lahan perkebunan dengan cara membakar.

"jadi ada beberapa undang-undang tadi yang disosialisasikan termasuk dengan sanksinya juga bagi masyarakat yang ancaman pidananya masyarakat yang sengaja membakar, kemudian maintenance peralatan, ini dari beberapa peralatan walaupun bentuknya itu beda akan tetapi kebanyakan fungsinya dan basic mesinnya sama, jadi tadi dibahas gimana cara maintenance peralatan yang fast moving biar usia pakainya lama," ujar Helmy.

Dalam simulasi tersebut dikisahkan kebakaran terjadi di areal PT SWP, kemudian meminta back-up dari PT Parit Sembada karena masih tidak bisa mengatasi tim dari kabupaten juga membantu backup proses pemadaman api. (posbelitung.co/Suharli)

Penulis: Suharli
Editor: Dedi Qurniawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved