Breaking News:

Berita Belitung

Tim Gugus Tugas Covid-19 Dibubarkan Presiden Jokowi, Ini Tanggapan Bupati Belitung

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membubarkan tim Gugus Tugas Percepatan Penangan covid-19. Fungsi nya sekarang ini di alihkan ke satuan tugas

(posbelitung.co / Ferdi Aditiawan)
Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem) 

POSBELITUNG.CO,BELITUNG--Presiden Joko Widodo (Jokowi) membubarkan tim Gugus Tugas Percepatan Penangan covid-19. Fungsi nya sekarang ini di alihkan ke satuan tugas (Satgas) Penanganan covid-19 yang berada di bawah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan corona virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Selain itu, pembubaran gugus tugas tersebut pula tertuang dalam pasal 20 Perpres yang  berisi tentang pencabutan Keputusan Presiden (Keppres) nomor 7 Tahun 2020, sebagaimana telah diubah dalam Keppres nomor 9 Tahun 2020 tentang gugus tugas percepatan penanganan covid-19.

"Itu memang surat secara resmi nya belum kami terima, jadi masih menunggu dari Kementerian. Kami juga melihat  kondisi di daerah, alhamdulillah masih berjalan sampai sekarang," ungkap Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) kepada Posbelitung.co, Rabu (22/7/2020).

Orang nomor satu di Pemkab Belitung tersebut, tidak berkeberatan apabila gugus tugas percepatan penanganan covid-19 dibubarkan.

Lantaran untuk pemanfaatan nya dinilai selama imi sudah cukup, terutama dalam perihal sosialisasi kepada masyarakat.

"Lebih-lebih nanti sudah ada paksin, jadi buat apalagi panjang-panjang. Saya rasa sosialisasi juga selama ini sudah cukup, tapi kami tetap akan menunggu surat resmi dari pemerintah pusat," ucapnya.

Pembubaran gugus tugas percepatan penanganan covid-19 ini pula, lanjut dia, tentu sangat di untungkan dari segi anggaran, lantaran terbilang sangat besar, sehingga bisa melakukan penghematan kembali untuk kepentingan lain.

"Karena semakin kesini, saya lihat ini sudah dijadikan bisnis medis, mungkin pak presiden melihat seperti itu juga, seperti rapid test yang modalnya hanya Rp 50.000, tahu-tahu sekian," bebernya.

Apabila surat keputusan tersebut sudah ada disampaikan oleh pemerintah pusat ke daerah, maka selanjutnya Pemerintah Kabupaten Belitung tetap akan membentuk satuan tugas (satgas) sebagai pengganti gugus tugas.

"Diarahkan juga memang seperti itu. Itu nanti dikembalikan kepada tugas pokok dinas, seperti Belitung misalkan BPBD dan dinas kesehatan. Nah pola kerjanya paling nanti saling berkoordinasi," ungkap Sahani. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved