Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Tak Butuh Waktu Lama, Secepat Ini Proses Sertifikasi Halal di LPPOM MUI Babel dan Ini Kriterianya

Pengajuan sertifikat halal tidak memerlukan waktu yang cukup lama dan LPPOM MUI Babel menjadi provinsi tercepat yang memberikan pelayanan

Bangkapos.com/Sela Agustika
Direktur LPPOM MUI, Nardi Pratomo saat ditemui bangkapos.com usai penyerahan sertifikat halal ke Hotel Santika, Jumat (24/7/2020). 

POSBELITUNG.CO,BANGKA -- Setiap pengusaha yang memproduksi makanan, minuman, obat-obatan serta kosmetik diwajibkan untuk memiliki sertifikasi halal yang dikeluarkan oleh lembaga penguji.

Untuk di Indonesia sendiri, sebagaimana amanah UU No. 33 tahun 2014 tentang jaminan produk halal, Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) dipercaya untuk memberikan sertifikasi halal suatu produk.

"Sertifikat halal sekarang ini sudah wajib dimiliki bukan lagi penting, terutama untuk hotel, restauran, maupun UMKM. Ketika kita memproduksi makanan, obat-obatan dan kosmetika dengan adanya sertifikat halal orang-orang tidak ragu lagi dengan produk yang kita dagangkan," ujar Nardi Pratomo, Direktur LPPOM MUI Provinsi Bangka Belitung, Jumat (24/7/2020).

Dia menyebutkan ada 11 kriteria yang diuji dalam pemberian sertifikat halal.

Diantaranya kebijakan halal, managemen halal, bahan yang digunakan, fasilitas produksi, sumber, penanganan bahan-bahan kritis, dan kriteria lainnya.

Diakuinya, pengajuan sertifikat halal tidak memerlukan waktu yang cukup lama dan LPPOM MUI Babel menjadi provinsi tercepat yang memberikan pelayanan.

"Untuk pelayanan sertifikat saat ini Alhamdulillah ada kemajuan, dari yang sebelumnya 3 bulan, naik ke 75 hari, dan sekarang untuk pelayanannya naik lagi ke 21 hari dengan catatan audit memo atau PR perbaikan yang kami berikan dikerjakan secara cepat," ungkap Nardi kepada bangkapos.com, Jumat (24/7/2020).

Dia mengungkapkan sebagian hotel-hotel di pusat Pangkalpinang saat ini sudah memiliki sertifikat halal.

"Untuk sebagian hotel yang berada di pusat kota Pangkalpinang sudah ada sertifikat halalnya. Tetapi sebagian juga masih ada yang belum, dan lambat laun yang tidak memiliki sertifikat halal ini tidak akan menjadi rekomendasi kita apabila ada kegiatan-kegiatan besar seperti kongres pemuda,"kata Nardi.

Menurutnya, saat ini halal adalah gaya hidup sehat yang tidak hanya menyasar orang muslim tetapi semua orang yang peduli kesehatan.

"Apalagi kondisi Covid-19 seperti saat ini, hotel dan restoran halal harus menjadi pilihan karena kalau yang tidak kita sertifikasi halal, untuk proses produksinya belum bisa dijamin kebersihan dan kesuciannya,"ucap Nardi.

"Sementara untuk Indonesia sendiri 87 persen muslim menyebutkan bahwa kita belum ada yang unggul dalam produksi halal, tetapi merupakan peringkat satu dalam hal mengkonsumsi makanan halal,"tuturnya.

(Bangkapos.com/Sela Agustika)

Penulis: Sela Agustika
Editor: Hendra
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved