Breaking News:

Berita Belitung Timur

Tak Masuk Dana Refocusing, Inspektorat Beltim Sayangkan Dua Proyek Ini Tak Dilaksanakan

Pembangunan balai uji kendaraan bermotor oleh Dishub sekitar Rp 3 M dan peningkatan jalan kota manggar oleh PUPR dengan nilai 5,5 Miliar tak dilaksana

posbelitung.co/suharli
Kepala Inspetorat kabupaten Belitung Timur, Haryoso saat berada diruang kerjanya. Jumat (24/7/2020) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR -- Inspektorat Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menyayangkan pembangunan untuk masyarakat di Balitung Timur tidak dilaksanakan, yakni dana yang berasal dari dana tidak masuk di refocusing dan Dana DAK untuk pembangunan.

Kepala Inspetorat kabupaten Belitung Timur, Haryoso menyampaikan ada beberapa pekerjaan yang sudah disampaikan ke Pengadaan Barang Jasa (BPJ).

Diantaranya yakni pembangunan balai uji kendaraan bermotor oleh Dishub sekitar Rp 3 M dan peningkatan jalan kota manggar oleh PUPR dengan nilai 5,5 Miliar yang tidak masuk dalam refocusing beberapa waktu lalu.

"Ketika mereka mengajukan ke BPJ untuk di proses pemilihan penyedia nya (lelang), BPJ tidak bersedia. Itu sudah kami lakukan pertemuan di inspektorat dengan OPD-OPD terkait," ujarnya.

Dia mengatakan ada banyak alasan sehingga tidak dilaksanakan.

Padahal menurutnya pelaksanaan sudah ada dasar-dasarnya LKPP nomor 3 dan 4, menjadi petunjuk menggunakan pengadaan bersangkut paut dengan covid dipersilakan mengunakan perka LKPP nomor 13 tahun 2019,

Di surat edaran LKPP nomor 4 pedoman pelaksanaan pemilihan penyedia pada masa pandemi covid, mengunakan Pepres No 16 tahun 2019, dengan perka LKPP nomor 9 tahun 2018 untuk melaksanakan BPJ secara umum,Kemudian perpres nomor 76 tahun 2020.

"Selain itu menurutnya tentang dana DAK yang di rofocusing kecuali Pendidikan dan kesehatan, ternyata ada cadangan DAK seperti di Dinas Pariwisata dan PUPR lagi muncul lagi untuk jalan sekitar Rp 15 Miliar, yang mana proses pengadaan harus melalui lelang, dan itu tidak dilaksanakan juga. Jadi sayang dengan kegiatan yang sudah ada, anggaran sudah ada tapi tidak dilaksanakan," ujarnya.

Haryoso mengatakan berkenaan dana DAK itu dia mengkhawatirkan akan berdampak pada tahun-rahun berikutnya bila tidak dilaksanakan.

Karena itu menjadi pertimbangan untuk memberikan DAK lagi ke Pemda Beltim.

"Inspektorat Beltim sudah berkonsultasi dengan BPJ lain Kabupaten lain seperti terdekat kabupaten Belitung disana mereka tetap melaksanakan lelang, dan sudah beberapa pengadaan BPJ, lalu berkordinasi dengan kepala biro BPJ provinsi Babel mereka juga mengaku sudah banyak pelelangan disana dan terakhir dengan pejabat di LKPP melakukan pelelangan secara normal sepanjang waktu masih mencukupi proses lelang," bebernya.

(Posbelitung.co/suharli)

Penulis: Suharli
Editor: Hendra
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved