Breaking News:

Ini Tanggapan Fezzi Terkait Kabar Akan Ada PSU Pilkades di Desa Kelumpang

Ketua DPRD Kabupaten Belitung Timur, Fezzi Uktolseja ditanya pendapat berkenaan kabar akan adanya Pemilihan Sura Ulang (PSU)

Posbelitung.co/Suharli
Ketua DPRD Kabupaten Belitung Timur, Fezzi Uktolseja 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG--Ketua DPRD Kabupaten Belitung Timur, Fezzi Uktolseja ditanya pendapat berkenaan kabar akan adanya Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang digelar di TPS 06 Pulau Batun Tanjung Kelumpang.

Dia mengaku kalau memang ada PSU harus ada surat jelas yang menyatakan akan PSU.

Di menjelaskan misal PSU jadi dilaksanakan DPRD Beltim akan meminta notetulen rapat penyelesaian permasalahan proses pemungutan suara di TPS 06 Desa Tanjung Kelumpang, pada Selasa (21/7/2020) lalu, karena menurutnya dalam rapat tersebut tidak ada membahas PSU.

Diketahui sebelumnya, panitia Pilkades Kabupaten, Desa dan BPD bersama dengan unsur Forkopimda yang dipimpin oleh Wakil Bupati Belitung Timur berkenaan telah melakukan rapat koordinasi penyelesaian berkenaan permasalahan proses pemungutan suara di TPS 06 Desa Tanjung Kelumpang.

Dalam rapat yang dilakukan secara tertutup itu, Fezzi menyampaikan hanya menerima dan mendengarkan masukan-masukan, karena keputusan sesuai dengan Perda untuk Pilkades, keputusannya adalah Bupati.

"Tetapi dalam masukan-masukan waktu itu tidak ada membahas PSU.
Nah makanya kami jadi bingung kan, kami sih tidak tahu bahwa akan jadi PSU atau Tidak-nya tapi beredar kabar akan ada PSU," ujar Fezzi saat dihubungi posbelitung, Sabtu (25/7/2020).

"Kemarin saya kontak Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Desa, katanya memang akan ada PSU cuma memang belum ditandatangani (Bupati) masih tunggu. Artinya memang dalam rapat itu tidak bicara PSU tiba-tiba di putuskan cerita PSU," imbuhnya.

Dia berpendapat kalau memang tiba-tiba hasil rapat yang melibatkan usur forkopimda pada permasalahan penyelesaian perselisihan pilkades itu tidak mengarah ke PSU, kenapa hasilnya jadi PSU.

"Kalau berkenan permasalahan KTP itu dibahas, terkait laporan dari calon peserta pilkades yang keberatan itu juga dibahas, cuma pembahasan PSU tidak ada, jadi kami merasa agak aneh dengan itu," ujar Fezzi.

DPRD Beltim berencana meminta hasil notulen rapat tersebut, karena menurut Fezzi itu sebagai dasar mengambil keputusan.

"Kalau memang misal rapat itu tidak ada bahas PSU, artinya tidak ada gunanya ada rapat, oleh karenanya kami meminta notulen, kami juga takut salah, kalau dirapat itu kan jelas ada notetulen dan rekamannya," ucapnya.

Fezzi mengatakan yang menjadi kekhawatiran bila berlarut-larut akan berdampak pada 18 desa lainnya, yang seharusnya sudah ditetapkan pada minggu ini namun belum ditetapkan. (Posbelitung.co/Suharli)

Penulis: Suharli
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved