Breaking News:

Taman Jati Larangan di Bantul, Tempat Wisata Baru Layaknya Desa Terpencil yang Sejuk

Uniknya gerbang tersebut bisa dijadikan sebagai spot foto pertama saat menginjakkan kaki ke Taman Jati Larangan.

dok. Pemerintah Kabupaten Bantul
Tempat wisata Taman Jati Larangan di Dusun Iroyudan, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul. 

POSBELITUNG.CO - Taman Jati Larangan, di Dusun Iroyudan, Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan menjadi tempat wisata baru di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Tempat wisata ini memberikan suasana layaknya sebuah desa terpencil yang memiliki suasana sejuk.

Saat berkunjung ke sana, Wisatawan akan masuk melalui sebuah pintu gerbang yang memiliki dua patung, serta dihiasi akar-akar yang saling menyatu. Uniknya gerbang tersebut bisa dijadikan sebagai spot foto pertama saat menginjakkan kaki ke Taman Jati Larangan.

Selanjutnya, wisatawan akan melalui sebuah jalur yang diapot oleh semak belukar dan pepohonan rindang yang masih asri. Tidak jauh dari sana, wisatawan akan melihat sebuah taman yang memiliki jalur setapak dari bebatuan berwarna putih.

Wisatawan bisa menuju ke sana untuk berfoto di tengah taman. Memasuki area tempat wisata, ada sebuah taman yang memiliki berbagai jenis bunga dan semak-semak, serta pohon-pohon kecil yang membentuk beberapa taman kecil.

Di sepanjang jalur taman, pihak pengelola tempat wisata sudah menyiapkan beberapa tempat duduk unik yang bisa disinggahi dua sampai tiga orang.

Sembari beristirahat sejenak sebelum lanjut melihat-lihat tempat wisata, wisatawan juga bisa berswafoto ria dengan lingkungan sekitar yang telah ditata sedemikian rupa sehingga membuatnya bagus untuk dijadikan sebagai latar belakang foto.

Selanjutnya, wisatawan bisa jelajahi jalur menanjak di tengah hutan. Supaya aman, siapkan lotion anti nyamuk agar tubuh tidak gatal digigit nyamuk.

Ada angkringan Instagramable Selain menyediakan tempat wisata yang menarik, Taman Jati Larangan juga memiliki angkringan yang Instagramable. Angkringan tersebut memiliki bangunan seperti rumah tradisional khas Jawa yang didominasi oleh kayu.

Bangunan semi outdoor tersebut dipenuhi oleh beberapa guci besar. Jalur menuju angkringan diberi rangkaian lampu gantung warna-warni. Kamu bisa pilih untuk makan di dalam sambil lesehan, atau di luar sambil lesehan di atas tikar.

Pihak tempat wisata juga menyediakan beberapa bangku taman di halaman angkringan jika kamu ingin makan dengan nyaman. Angkringan tersebut buka mulai 17:00 – 23:00 WIB. Selama menyantap hidangan di sana, kamu bisa memanfaatkan fasilitas Wi-Fi gratis.

Halaman
12
Editor: Tedja Pramana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved