Breaking News:

Belajar dari Tewasnya Pendaki di Gunung Lawu, Kenali Hipotermia Sebelum Mendaki

Seorang pendaki berusia 18 tahun, bernama Andi Sulistyawan, ramai diperbincangkan setelah sosoknya ditemukan tewas pada 6 juli lalu.

Editor: Khamelia
KOMPAS.COM/SUKOCO
Fenomena Gunung Lawu bertopi awan kembali terjadi pada Kamis (3/10/2019) pagi. Sejak pukul 05.00 WIB warga Magetan dan sekitarnya bisa melihat pemandangan yang indah saat awan berbentuk topi menaungi puncak Gunung Lawu. 

POSBELITUNG.CO--Seorang pendaki berusia 18 tahun, bernama Andi Sulistyawan, ramai diperbincangkan setelah sosoknya ditemukan tewas pada 6 juli lalu.

Andi ditemukan tewas di Gunung Lawu saat sedang mendaki bersama teman-temannya.

Namun, yang menjadi sorotan, video yang diduga Andi ini, beredar di jagat maya sebelum dirinya tewas.

Dalam video yang beredar, Andi terlihat bertelanjang dada di atas Gunung Lawu.

Padahal kala itu, kondisi di Gunung Lawu sangat dingin, hal itu tampak dari tebalnya kabut yang terlihat dalam video.

Alhasil, video sosok yang diduga kuat Andi ini menjadi perbincangan.

Terlebih, Andi ditemukan tewas dengan mengenakan celana panjang warna hitam dan bertelanjang dada, seperti yang terlihat dalam video.

Video yang merekam momen pria diduga Andi Sulistyawan mengalami halusinasi, sebelum ditemukan tewas di Gunung Lawu
Video yang merekam momen pria diduga Andi Sulistyawan mengalami halusinasi, sebelum ditemukan tewas di Gunung Lawu ((IstimewaYouTube/Udien Jagoan))

Mantan Tim SAR Solo, Ari Kristyono membeberkan kejadian yang menimpa Andi.

Menurutnya, apa yang dialami oleh sosok yang diduga kuat Andi ini, merupakan hipotermia berat.

Aktivis yang telah lama berkecimpung dalam bidang SAR ini menyatakan, bila seseorang terkena hipotermia berat, maka ia akan mengalami kepanasan atau disebut paradoxial undressing.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved