Breaking News:

Berita Belitung Timur

Begini Tanggapan Pidsus Kejari Beltim Disebut Tak Berwenang Tangani Kasus Mark Up BBM

Kuasa hukum PT MPP juga mengatakan bahwa Kejari Belitung Timur tidak berwenang melakukan penyelidikan dan penyidikan.

(Posbelitung.co/BryanBimantoro)
Kasi Pidsus Kejari Beltim Andi Sitepu. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Beberapa waktu lalu kuasa hukum PT Multi Patra Persada yang tersangkut kasus mark up BBM menyatakan penambahan biaya Rp 300 per liter sah secara hukum.

Sah secara hukum dimaksudnya karena telah disetujui oleh kedua belah pihak yang dibuat dalam bentuk perjanjian.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Belitung Timur Andi Sitepu tak mempermasalahkan hal tersebut.

"Dalam dunia hukum ada istilah 'twee juristen drie meningen', sebuah pameo hukum yang mengatakan bahwa jika ada dua orang sarjana hukum berkumpul, paling sedikit ada tiga pendapat," jelas Andi kepada posbelitung.co, Selasa (27/7/2020) saat ditemui di ruang kerjanya.

Baca Juga: Bantah Mark Up, Kuasa Hukum MPP Akui Naikkan Harga BBM Pemkab dan OPD di Beltim, Ini Penjelasannya

"Maksudnya setiap orang punya perspektif yang berbeda-beda dan nanti harus ada argumen yuridisnya," ujarnya.

Kuasa hukum PT MPP juga mengatakan bahwa Kejari Belitung Timur tidak berwenang melakukan penyelidikan dan penyidikan.

Hal itu karena berdasarkan Pasal 8 ayat 3 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 Tentang BPK menyebutkan apabila dalam pemeriksaan ditemukan unsur pidana, BPK melaporkan hal tersebut kepada instansi yang berwenang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku paling lama satu bulan sejak diketahui adanya unsur pidana.

Baca Juga:  Sebelum Akhir Tahun Kejari akan Tetapkan Tersangka Kasus Mark Up BBM di Belitung Timur

Pada prinsipnya, lanjut Andi, setiap kuasa hukum sah saja mengatakan hal demikian karena itu sesuai dengan pandangan mereka.

Halaman
1234
Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: Hendra
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved