Breaking News:

Pilkada Belitung Timur

Proses Coklit Minggu Pertama di Belitung Timur Capai 34,8 Persen

Komisi Pemilihan umum (KPU) Belitung Timur (Beltim), terus melakukan proses pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih untuk Pilkada Beltim 2020.

Posbelitung.co/Suharli
Anggota Komisioner KPU Beltim, Bidang Data dan Pemili, Rizky Rinaldi 

POSBELITUNG.CO,BELITING--Komisi Pemilihan umum (KPU) Belitung Timur (Beltim), terus melakukan proses pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih untuk Pilkada Beltim 2020.

Proses sudah dicoklit per tanggal 24 Juli 2020 lalu sudah mencapai 34,8 persen, dari jumlah pemilih 93.408 jiwa se-Belitung Timur.

"Laporan yang masuk ke kami persentase 34,8 persen, jadi kalau dilihat dari keseluruhan pemilih se-Beltim ada 29.551 itu pemilih cocok, data ini dilaporkan perminggu," jelas Komisioner KPU Beltim, Bidang Data dan Pemilih, Rizky Rinaldi saat ditemui Bangkapos.com, Selasa (28/7/2020) di ruang kerjanya.

Dia menjelaskan dalam persentase itu juga ada instrumen lain yakni, pemilih ubah data 1014 jiwa, tambahan pemilih baru sejumlah 475 jiwa, sedangkan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sejumlah 1.610 jiwa. Data ini akan terus berubah sampai dengan berakhirnya coklit pada bulan Agustus nanti.

Dalam pelaksanaan coklit, diketahui bersama kondisi Belitung Timur saat ini sedang ada peningkatan kasus Covid-19, terkait hal tersebut Rizal menyampaikan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) sudah disiapkan Alat Pelindung Diri (APD) yang sudah diberikan kepada PPDP.

"Intinya setiap proses coklit ke pemilih, kami tegaskan untuk menggunakan APD lengkap. Kami melalaui Pak Ketua KPU Beltim juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Beltim terkait rekap data pemilih yang diperkirakan hasil tracking termasuk yang positif. Jadi kami meminta PPDP untuk mencoklitnya diakhir proses coklit sembari menunggu perkembangan terkini covid-19," ungkap Rizky.

Menurutnya ada dua cara alternatif yang dapat dilakukan bila diketahui yang bersangkutan positif pertama yakni dengan daring cara video call, pasien akan dihubungi oleh PPDP untuk menunjukkan indentasnya, disaksikan pengawas dan RT setempat, cara kedua dengan melalui Petugas RT, sebagaimana yang diatur dalam PKPU 6 tahun 2020 terkait pilkada dimasa pandemi. (Posbelitung.co/Suharli)

Penulis: Suharli
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved