Breaking News:

Pilkada Belitung Timur

Ikut Pertarungan Politik di Pilkada 2020, Kesempatan untuk Maju Hanya Jika Diusung Parpol

Tahapan pencalonan kepala daerah pilkada serentak 2020 pada 270 daerah di Indonesia baru dibuka pendaftaran awal September 2020 mendatang

Ist/Marwansyah
Marwansyah, Direktur Eksekutif Leksikal Babel 

POSBELITUNG.CO,BELITUNG--Tahapan pencalonan kepala daerah pilkada serentak 2020 pada 270 daerah di Indonesia baru dibuka pendaftaran awal September 2020 mendatang, tepatnya 4 sampai 6 September.

Dengan demikian masih terbuka kesempatan bagi siapapun warga Belitung Timur (Beltim) yang berniat maju menjadi pemimpin Negeri Satu Hati Bangun Negeri.

Marwansyah, Direktur Eksekutif Leksikal Babel mengatakan, dalam ketentuan regulasi pencalonan kini kesempatan calon maju hanya tinggal jika diusung parpol, karena bagi calon perseorangan dengan dukungan KTP warga sudah tutup jadwalnya sesuai PKPU Nomor 6/2020 tentang tahapan pilkada.

"Saat ini adalah momen ketika pengurus parpol daerah bergelombang ke Jakarta meminta 'restu' surat keputusan atau rekomendasi dewan pimpinan pusat bagi pasangan calon yang akan diusung dalam pilkada. Jika berhasil maka wajah akan sumringah dan sebaliknya tidak sedikit yang gigit jari," jelas Marwansyah saat dihubungi Posbelitung, Jumat (31/7/2020).

Dia berpendapat bagi calon tidak mudah memang untuk diusung oleh parpol, karena selain memperhatikan rekam jejak juga kapasitas termasuk kemampuan calon tentu jadi pertimbangan parpol dalam merestui calon.

Belum lagi tidak mudah menemukan adanya semacam "pola" koalisi sama atau kerja sama antarparpol seragam dalam mengusung calon pilkada.

Terlebih jika pola yang dimaksud mencakup peta koalisi di 270 daerah, bisa jadi mustahil.

"Peta koalisi politik yang terbentuk bukan hanya berbeda antara satu daerah dengan daerah lainya, melainkan juga sangat beragam," ucapnya.

Dia mencontohkan, misal bisa jadi ada partai "tak sejalan" ditingkat nasional justru bisa saling kerjasama dan bergandengan tangan ditingkat daerah, baik provinsi kabupaten dan kota.

Seperti di Pilkada Beltim bisa jadi PDI Perjuangan akan saling berkoalisi dengan Parpol Demokrat dalam mengusung Yuri Kemal F anak Ketum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra sebagai cabup dan cawabup Nurdiansyah.

Begitu juga koalisi parpol Golkar dan PKS mengusung Petahana Wabup Burhanudin - Khairil Anwar.

"Padahal kita ketahui kedua parpol ketika Pilpres 2019 berbeda capres yang diusungnya, namun tentunya memang tidak ada yang salah dengan hal itu. Saat ini ada 10 parpol pemilik 25 kursi DPRD Beltim dan tak satupun parpol dari jumlah itu bisa usung calon tanpa berkoalisi. Sehingga jalinan koalisi parpol satu sama lain mesti melengkapi bukan semata mata hanya pelengkap," ungkap Marwansyah. (Posbelitung.co/Suharli)

Penulis: Suharli
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved