Breaking News:

Berita Belitung

Kasus DBD di Belitung Diprediksi Naik Kembali Pada 2023

Joko Sarjono mengatakan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Belitung memiliki fase peningkatan kasus setiap empat tahun sekali.

Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
Petugas saat melakukan fogging DBD beberapa waktu lalu. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Joko Sarjono mengatakan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Belitung memiliki fase peningkatan kasus setiap empat tahun sekali.

Diprediksi pada 2023 mendatang kasus DBD akan kembali meningkat.

"Berdasarkan data penderita ketika dilihat grafiknya, setiap Oktober naik jumlah kasusnya. Lalu 2020 ini landai (kasus turun), diperkirakan 2021 landai perkiraan Oktober 2023 naik lagi," katanya, Minggu (2/8/20202).

Hingga saat ini, menurut Joko, kasus DBD memang masih terjadi.

Meski jumlahnya mulai mengalami penurunan sejak kasus tertinggi diawal tahun, tepatnya pada pekan ke-7 yang saat itu ada 59 kasus.

Berdasarkan data terakhir pada pekan ke-27 tercatat ada tiga kasus DBD.

"Harusnya kalau liat pola, akan tenang di tahun 2021 dan 2022 karena polanya itu empat tahun sekali, makanya mulai tahun depan harus disiapkan anggaran untuk antisipasi," tegasnya.

Joko menjelaskan, antisipasi DBD ini awalnya sudah direncanakan melalui anggaran 2021 mendatang, namun nampaknya bakal mundur karena dialihkan penanganan Covid-19.

Selanjutnya jika kasus Covid-19 mulai tenang, akan dianggarkan kembali pada 2022 nanti.

Anggaran perlu disiapkan dalam penanganan DBD seperti buat penyiapan alat fogging Puskesmas.

Juga pelatihan kader Jumantik.

Memasuki Musim Penghujan Masyarakat Beltim Waspadai DBD

Kader ini penting sebagai penghubung agar bisa mengkoordinir dan melakukan penyuluhan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan abatisasi.

Kader Jumantik ini terutama bakal difokuskan pada 19 desa yang telah endemik DBD. Menurutnya, endemik yang dimaksud dikarenakan telah ada kasus DBD tiga tahun berturut-turut.

Menurutnya, langkah pencegahan DBD yang paling efektif yakni tetap pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Sedangkan fogging harus dilakukan secara cermat agar nyamuk tidak resisten, serta obat pada fogging tak bisa bertahan lama. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: Dedi Qurniawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved