Breaking News:

Berita Belitung

Penyimpan dan Penjual Arak 74 Jeriken Divonis Denda Rp 25 Juta Subsider Kurungan Tiga Bulan

AA Niko Brahma Putra menjatuhkan vonis denda Rp25 juta subsider kurungan kepada Efendi Pardede terdakwa tindak pidana ringan (tipiring), Senin (3/8)

posbelitung.co/dede s
Suasana persidangan tipiring perkara penyimpanan dan penjualan arak 74 jeriken, Senin (3/8/2020). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Hakim tunggal PN Tanjungpandan AA Niko Brahma Putra menjatuhkan vonis denda Rp25 juta subsider kurungan kepada Efendi Pardede terdakwa tindak pidana ringan (tipiring), Senin (3/8/2020).

Hakim menilai terdakwa terbukti secara sah bersalah melanggar Pasal 41 juncto Pasal 57 ayat (1) Perda Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Ketertiban Umum menyimpan dan mengedarkan minumal beralkohol (minol) tanpa ijin.

Ditambah membayar biaya perkara sebesar Rp 5000.

Berdasarkan Perda tersebut, hakim menjatuhkan vonis setengah dari ancaman maksimal denda Rp 50 juta atau kurungan penjara maksimal 90 hari.

"Jadi terdakwa divonis denda Rp 25 juta atau diganti tiga bulan penjara, nanti langsung dieksekusi supaya tertib administrasi. Pertimbangannya karena terdakwa dianggap sebelumnya belum pernah dihukum jadi tidak dikenakan maksimal," ujar Niko dalam persidangan.

Terdakwa Pardede Akui 74 Jeriken Arak Didatangkan dari Pulau Bangka Menggunakan Perahu Nelayan

Perkara 72 Jeriken Arak yang Digrebek Bupati Belitung, Besok Satpol PP akan ke PN Tanjunpandan

Kedua belah pihak baik PPNS Satpol PP maupun terdakwa menerima putusan tersebut.

Sebab, secara aturan sidang tipiring tidak terdapat keberatan atas putusan hakim.

Sementara itu, untuk barang bukti 74 jeriken arak akan dirampas dan dimusnahkan.

Kasatpol PP Kabupaten Belitung Azhar menilai putusam hakim tunggal PN Tanjungpandan sudah sesuai. Mengingat kedua belah pihak tidak bisa mengajukan keberatan dalam sidang tipiring.

"Eksekusi langsung hari, kami menunggu terdakwa menghubungi istrinya mengantar uang. Kalau pemusnahan nanti kami koordinasi dengan kejaksaan," ujar Azhar.

Ia menambahkan pihaknya akan terus melakukan penertiban terhadap peredaran minol tanpa ijin yang beredar di Kabupaten Belitung.

Menurutnya beberapa laporan sudah masuk kepada Bupati Belitung namun pihaknya masih menyelidiki keakuratannya.

"Akan lebih intens lagi ke depannya. Memang ada beberapa aduan yang disampaikan ke bupati tapi kami akan selediki keakuratannya," katanya. (posbelitung.co/dede s)

Penulis: Dede Suhendar
Editor: Dedi Qurniawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved