Breaking News:

Gerebek Pembuatan Arak

Terdakwa Pardede Akui 74 Jeriken Arak Didatangkan dari Pulau Bangka Menggunakan Perahu Nelayan

Terdakwa perkara arak 74 jeriken tanpa izin, Efendi Pardede hadir di muka sidang tipiring yang digelar PN Tanjungpandan, Senin (3/8/2020).

posbelitung.co/dede s
Bupati Belitung Sahani Saleh hadir pada persidangan tipiring perkara arak 74 jeriken tanpa izin, Senin (3/8/2020). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Terdakwa perkara arak 74 jeriken tanpa izin, Efendi Pardede hadir di muka sidang tipiring yang digelar PN Tanjungpandan, Senin (3/8/2020).

Di hadapan hakim tunggal AA Niko Brahma Putra, pria berusia 48 tahun (sebelumnya disebut 38 tahun) itu mengaku arak tersebut didatangkan dari Pulau Bangka menggunakan perahu nelayan.

Arak tersebut dipesan dari seseorang yang berhubungan via telpon seharga Rp 300 ribu perjeriken atau sekitar Rp 20 jutaan secara keseluruhan.

"Arak itu untuk dijual, dengan cara titip di toko tergantung permintaan. Kalau keuntungan 50 ribu perjeriken sekitar Rp 3 jutaan dari 74 jeriken itu," ujarnya kepada majelis.

Hakim Tunda Satu Jam Sidang Perkara Tipiring Arak 72 Jeriken

Bupati Grebek Tempat Penampungan Arak, Ini Kata Komisi I DPRD Belitung

Meskipun demikian, dirinya mengakui tidak mengantongi izin dalam menjual minuman beralkohol tersebut.

Sehingga dirinya didakwa melanggar Perda Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Ketertiban Umum dengan ancaman kurungan penjara maksimal 90 hari atau denda maksimal Rp 3 juta.

"Tahu saya ada aturan menjual harus ada izin tapi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena sehari-hari cuma dari kebun lada yang tidak mencukupi," ungkapnya.

Di hadapan majelis hakim dan pengunjung sidang, Pardede mengaku menyesal atas perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi kembali.

Dirinya juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat Belitung atas perbuatannya. (posbelitung.co/dede s)

Penulis: Dede Suhendar
Editor: Dedi Qurniawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved