Berita Belitung Timur

SMAN 1 Manggar Adakan Bimtek Inovasi Pemanfaatan Pembelajaran Jarak Jauh

SMA Negeri 1 Manggar Lakukan Bimtek Inovasi Pemanfaatan Pembelajaran Jarak Jauh

Tayang:
Ist/SMAN 1 Manggar
Suasana Bimtek Inovasi Pemanfaatan Pembelajaran Jarak Jauh SMA N 1 Manggar. 

POSBELITUNG.CO,BELITUNG--SMA Negeri 1 Manggar melakukan bimtek inovasi pemanfaatan teknologi pembelajaran jarak jauh.

Acara yang didasari oleh program sekolah dalam rangka peningkatan mutu dan kompetensi guru serta pegawai SMA Negeri 1 Manggar akan dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan tiga narasumber yang berbeda.

Ketiga narasumber tersebut adalah Adi Zahriadi, Winda Ari Anggraini, dan Aryogi.

Hari pertama pelatihan sendiri diisi oleh Adi Zahriadi yang merupakan Kacabdin Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Wilayah IV. Adi Zahriadi hadir sebagai narasumber sekaligus membuka acara pelatihan tersebut.

Dalam paparannya, Adi Zahriadi secara umum memaparkan mengenai inovasi dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) online.

Menurutnya, penyelenggaraan pembelajaran secara tatap muka khususnya untuk wilayah IV Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih belum pasti.

Artinya pembelajaran tatap muka sangat kondisional tergantung perkembangan situasi terkini berkaitan dengan pandemic Covid-19. Oleh sebab itu ia imbau para guru untuk selalu siap berinovasi.

Terlebih dalam menyediakan layanan pendidikan bagaimanapun situasinya.

Pada kesempatan itu juga Adi memapar terkait kendala pembelajaran yang dilakukan di rumah saat masa pandemi Virus Corona ini.

Terdapat delapan poin kendala yang disampaikan, salah satunya yaitu kurangnya sinergi antara guru, orang tua, dan masyarakat luas.

Oleh sebab itu, beliau mengharapkan agar komunikasi antar tiga pihak tersebut dapat berjalan dengan baik.

Hal ini dimaksudkan agar pembelajaran tetap berjalan dalam kondisi yang kondusif.

Selain itu, beliau juga menjelaskan teknik dan hal-hal yang berkaitan dengan inovasi pembelajaran online tersebut. Diakhir paparannya, beliau berharap agar seluruh guru tetap dapat menjaga semangat agar ruh pendidikan tidak hilang.

Ditemui setelah acara berlangsung, Adi Zahriadi berharap agar kegiatan ini dapat menjadi cara dan solusi bagi guru.

“Mudah-mudahan dengan adanya bimtek ini, guru yang belum mengerti mengenai berbagai macam fasilitas dan teknik pembelajaran secara daring dapat lebih paham serta menerapkan hal tersebut didalam pembelajaran sehari-hari," harap Adi kepada Bangkapos.com, Selasa (4/8/2020),

Ia berharap agar kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan berdasarkan permasalahan-permasalahan yang ada di setiap sekolah.

Hal ini dikarenakan menurut  Adi, setiap sekolah memiliki permasalahan masing-masing sehingga penyelesaiannya juga harus disesuaikan dengan permasalahannya.

“Untuk anggaran tahun 2021, kami memang mencanangkan 20% dari APBD untuk peningkatan kualitas GTK. Artinya pelatihan, bimtek, dan hal lain yang mendukung peningkatan kualitas tersebut akan terus dilakukan,: ungkapnya.

Adi meminta agar kegiatan ini terus dianggarkan, dilaksanakan, dan ditindaklanjuti sehingga permasalahan-permasalahan disekolah dapat teratasi.

Selain Kacabdin Wilayah IV, acara yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut juga dihadiri oleh kepala SMA Negeri 1 Manggar, Sabarudin beserta seluruh wakil kepala sekolah.

Dalam sambutannya Sabarudin mengatakan bahwa bimtek ini merupakan bentuk keseriusan pihak sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru di SMA Negeri 1 Manggar, khususnya dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Ia mengatakan bahwa bimtek yang disusun ini juga merupakan rangkaian peringatan 40 tahun berdirinya SMA Negeri 1 Manggar.

“Pelatihan-pelatihan ini nantinya akan terus kami lanjutkan. Kami telah menyusun pelatihan-pelatihan lain, seperti halnya Best Practice dan pembuatan PTK untuk seluruh guru,"  ungkap Sabarudin.

Peserta bimtek, Nesi Etikasari menilai bahwa bimtek ini sangat membantu, khususnya dalam menambah wawasan dan keterampilan mengenai platform yang dapat dimanfaatkan untuk PJJ.

“Saya rasa bimteknya benar-benar sangat membantu untuk memanfaatkan platform pembelajaran dengan semaksimal mungkin”, ungkapnya.

Nesi juga menyebutkan bahwa dengan mengikuti bimtek ini, guru akhirnya dapat memilih platform yang cocok dan sesuai dengan materi yang diajarkan.

Untuk itu menurutnya, tidak ada alasan bagi guru khususnya di SMA Negeri 1 Manggar untuk tidak bisa melakukan PJJ.

“Semangat terus dalam belajar untuk guru SMA Negeri 1 Manggar agar tetap dapat maksimal dalam setiap keadaan," kata Nesi. (Posbelitung.co/Rilis/Suharli)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved