Breaking News:

Berita Belitung

Bantu Pemulihan Ekonomi di Tengah Pandemi Corona, Ipang Wahib Lirik Belitung

Irfan Asy'ari Sudirman Wahid atau akrab disapa Ipang Wahid, merupakan seorang Ketua Kelompok Kerja Industri Kreatif (KEIN).

Posbelitung.co/Disa Aryandi
Ipang Wahid 

POSBELITUNG.CO,BELITUNG-- Irfan Asy'ari Sudirman Wahid atau akrab disapa Ipang Wahid, merupakan seorang Ketua Kelompok Kerja Industri Kreatif (KEIN).

Lelaki berkaca mata itu dipercaya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membantu pemulihan ekonomi di tengah pandemi covid-19, khusus untuk 5 destinasi wisata unggulan.

Kamis (6/8/2020), ia datang ke Belitung bersama tim kreator. Tim Ipang Wahib ini adalah, tim yang sering membuat konten-konten iklan di Indonesia serta Pemerintah Indonesia, dan berujung viral, setelah diupload ke media sosial (medsos).

Keperluan Ipang Wahid datang ke Belitung, dan bertemu dengan Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie serta pejabat di Belitung, untuk membantu Belitung melakukan pemulihan ekonomi. Sektor yang jadi jualan yaitu sektor pariwisata.

Walaupun Belitung tidak masuk dalam lima destinasi unggulan di Indonesia, tetapi tugas Tim Ipang Wahib ini membantu Pemerintah Kabupaten Belitung, dalam pemulihan ekonomi pariwisata di tengah pandemi covid-19 melalui konten.

Ia tertarik untuk membantu Belitung, lantaran Belitung memiliki kelebihan di tengah pandemi covid-19 ini. Yaitu kasus Covid-19 di Belitung terbilang rendah secara nasional, dan itu adalah modal utama untuk membuat brand baru bagi sektor pariwisata.

"Karena terus terang saja, orang yang ingin berlibur sekarang ini memperlihatkan perihal itu. Kami sudah memberikan contoh, hanya sebuah banner saja, tapi ada tulisannya 'Belitung Indah, Covid-19 Terendah', itu simpel tapi orang langsung bisa paham," ungkap Ipang kepada Pos Belitung, kamis (6/8).

Adanya kasus covid-19 terendah ini, harus di komunikasikan ke daerah luar. Kemudian, kata dia, di sektor pariwisata ini, potensi Belitung masih banyak yang belum diketahui. Padahal Belitung banyak memiliki destinasi yang indah.

"Ada ini dan ada itu, ya orang tau nya, laskar pelangi, itu sudah zaman dulu. Itu tentu harus di komunikasi nya lebih bijak lagi. Nah yang harus dilakukan Belitung sekarang ini adalah mengkampanyekan secara masif, apa yang Belitung punya dan mengkampanyekan secara masif, covid-19 di Belitung terendah," bebernya.

Namun untuk brand, ia menyarankan membuat brand baru, lantaran brand Laskar Pelangi sudah terlalu lama yaitu sekitar 12 tahun belakang.

Kendati, itu harus dilakukan pengkajian, dan ia sudah menemukan celah untuk brand terbaru, yaitu Geopark.

"Ternyata banyak hamparan batu, dan kita harus mengolah dari situ, karena menurut saya Laskar Pelangi sudah lewat, dan kita harus mencari branding baru. Mumpung ada covid ini, take off -nya bareng-bareng nanti dengan daerah wisata lain seperti Bali, Lombok, Jogja," saran Irfan.

Ia mengatakan, dari data google, orang yang mengetahui tentang Belitung dan berbicara soal Belitung untuk berwisata, terbilang masih rendah dibadingkan Bali dan Lombok.

"Kalau berbicara Belitung sebelum covid-19, masih seper 10 mungkin dari Bali, jadi masih rendah. Nah sasarannya juga, sekarang harus terarah sebetulnya, yaitu wisatawan usia dari umur 20 - 50, kalau di atas itu pasti masih mikir-mikir untuk berwisata," kata Irfan. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved