Virus Corona di Belitung

Direktur RSUD H Marsidi Judono Belitung Buka-Bukaan Soal Pembiayaan Pasien Covid-19,Ini Dia Biayanya

Direktur RSUD H Marsidi Judono Kabupaten Belitung dr Hendra, Kamis (6/8/2020) buka-bukaan soal biaya pasien positif Covid-19.

Penulis: Disa Aryandi | Editor: nurhayati
posbelitung.co/Dede Suhendar
Direktur RSUD Marsidi Judono Tanjungpandan dr Hendra Spin 

POSBELITUNG.CO,BELITUNG--Direktur RSUD H Marsidi Judono Kabupaten Belitung dr Hendra, Kamis (6/8/2020) buka-bukaan soal biaya pasien positif Covid-19, mulai dari biaya administrasi hingga ke sewa ambulan pemulangan pasien serta obat-obatan yang diberikan.

Untuk satu pasien Covid-19, bisa menyerap biaya yang berbeda-beda, dan harus melihat kondisi pasien tersebut. Paling besar untuk biaya pasien ini, dilihat dari nilai top up per hari (cost per day), ada yang mencapai Rp 7.500.000 hingga Rp 15.500.000,-.

Namun untuk penetapan harga itu, semua mengacu ke juknis keputusan Menteri Kesehatan nomor : HK.01.07/MENKES/446/2020, tentang petunjuk teknis klaim penggantian biaya pelayanan pasien penyakit Infeksi emerging tertentu.

"Itu adalah acuannya, tapi beda lagi cerita apabila pasien itu menggunakan ICU terus menggunakan pentilator, lebih besar sedikit," ungkap Hendra kepada Posbelitung.co, kamis (6/8/2020)

Apabila pasien ini menggunakan ventilator, biaya tagihan maksimal dalam penanganan pasien Covid-19, maksimal untuk satu hari bisa mencapai Rp 16.500.000. Namun apabila pasien itu berada di ruang ICU tanpa menggunakan ventilator, maksimal penagihan Rp 12.500.000.

" Biaya itu biaya maksimal yang dapat ditagihkan, apabila memenuhi komponen biaya sebagai berikut, yaitu administrasi pelayanan, akomodiasi diruang rawat inap, jasa dokter, pelayanan rawat inap dan rawat inap, di ruang gawat darurat, ruang isolasi biasa, ruang isolasi ICU dengan ventilator, ruang isolasi tekanan negative dan ventilator," jelas Hendra.

Selain itu, termasuk pemeriksaan penunjang diagnostic (Laboratorium dan radiologi sesuai indikasi medis), obat - obatan, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai, alat pelindung diri (APD), ambulans rujukan, pemulasaran jenazah jika dipergunakan.

"Tapi itu semua kembali kondisi pasien, soa nya pasien satu dengan pasien lain, berbeda-beda. Nah untuk RSUD H Marsidi Judono sendiri, dari pertama kali menerima pasien suspect covid-19 tertanggal 13 Maret 2020 sampai sekarang, itu sudah memanajemen kasus sebanyak 1.316 orang," ungkapnya.

Dari belasan ribu tersebut, terkonfirmasi positif Covid-19 yaitu sebanyak 23 orang, 18 orang dinyatakan sembuh, 1.291 orang suspect, dan dua orang discarded.

Sedangkan dalam penentuan status pasien covid-19, RSUD H Marsidi Judono Kabupaten Belitung tetap berpedoman dengan  Kementerian Kesehatan.

"Nah seluruh teknis klaim penggantian biaya pelayanan pasien, dilakukan pemantauan penanganan covid-19 dan pengawalan program pemulihan ekonomi nasional pada Kabupaten Belitung oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan surat tugas nomor : ST-252/PW29/2/2020 tanggal 22 Juli 2020," bebernya.

Kemudian, lanjut dia, dilakukan verifikasi oleh verifikator BPJS Kesehatan Kabupaten Belitung, sebelum dikirim ke Kementerian Kesehatan, dan sampai sekarang ini RSUD H Marsidi Judono belum menerima sama sekali dana klaim tagihan covid-19.

"Termasuk insentif tenaga kesehatan yang bertugas dalam penanganan langsung covid-19,"  kata Hendra.

Ilustrasi uang
Ilustrasi uang (Kompas.com/Totok Wijayanto)

Berikut nilai top up per hari (Cost per day)

Halaman
123
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved