Breaking News:

Warga Manggar Diterkam Buaya

Sungai Manggar Masih Rawan, Plt Camat Manggar Imbau Warga Tetap Waspada

Keluarga tadi memang sempat mempertanyakan Mengapa tim sar gabungan tidak melakukan penyelaman, mungkin karena mereka (keluarga) kurang puas kan

Penulis: Suharli | Editor: Khamelia
posbelitung/suharli
Plt Camar manggar, Fitri Zakia (tengah jilbab biru) saat mendatangi lokasi kejadian. Minggu (9/8/2020) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Plt Camar manggar, Fitri Zakia mengimbau warga yang bekerja di seputaran aliran Sungai Manggar Waspada, pencarian korban hilang akibat digigit buaya harus dengan pengawasan dari Tim Sar Gabungan.

Ditemui di lokasi kejadian Fitri menyampaikan agar relawan, atau dari pihak keluarga dan tetangga tetap menjaga fokus juga menjaga keselamatan diri mengingat kondisi lokasi yang juga rawan.

Ikhtiar mereka untuk juga melakukan penyisiran sedapat mungkin memang harus ada pendampingan dari Tim sar gabungan.

Buaya di Sungai Manggar Sudah Biasa Berenang saat Warga Melimbang Timah, Begini Pesan Kepala Desa

"Keluarga tadi memang sempat mempertanyakan Mengapa tim sar gabungan tidak melakukan penyelaman, mungkin karena mereka (keluarga) kurang puas kan, bagi mereka mungkin upaya kurang maksimal karena tidak diselami, ternyata memang ada SOP-nya dalam melakukan pencaharian korban," jelas Fitri.

Dia menyampaikan bahwa memang SOP dari Basarnas itu kalau misalnya memang untuk dalam kondisi itu karena ada binatang buas memang tidak diperkenankan untuk melakukan penyelaman.

Tim SAR Gabungan saat melakukan pencaharian korban hilang diterkam buaya, Minggu (9/8/2020)
Tim SAR Gabungan saat melakukan pencaharian korban hilang diterkam buaya, Minggu (9/8/2020) (Posbelitung.co/Suharli)

BREAKING NEWS: Pulang dari Bogor, Pegawai Kantor Pelayanan Pajak Tanjungpandan Positif Covid-19

"Saya memahami secara psikologis memang mereka masih tetap semangat untuk mencari itu sampai malam, tetapi tadi sudah disampaikan agar mereka mau ikhtiar kalau malam hari itu tidak disarankan, mengingat memang kondisi penerangan dan risiko yang besar," ujarnya.

SOP pencarian akan dilaksanakan selama 7 hari, besok tim sar gabungan akan turun lagi. Tadi dihentikan sebenarnya sampai pukul 16.00 WIB, tapi karena ada permintaan untuk menyisir, menggunakan teknik circel, upaya untuk agar korban siapa tahu dapat terangkat, diberikan waktu sampai pukul 17.00 WIB.

Selain itu dia pun sempat menyampaikan kepada perangkat desa agar dapat menenangkan pihak keluarga terlebih dahulu.

Dia meminta kalau bisa warga yang ingin mendapatkan informasi tidak perlu mendatangi langsung ke TKP karena penasaran melihat beramai ramai sehingga menyulitkan tim sar gabungan untuk mengotrolnya.

"Dia juga mengimbau, sesuai dengan Intruksi Dan Pos Sar Belitung Rahmatullah Hasyim bahwa di lokasi jangan beramai-ramai. Karena kan juga mengurangi risiko jangan sampai ada kejadian lain yang tidak diinginkan. Mengingat kondisi yang juga rawan, apa lagi ada anak-anak kecil, informasi juga dapat diperoleh dari media-media yang memberitakan," bebernya. (posbelitung/suharli)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved