Presiden Joko Widodo Ajak Kader Gerindra Kendalikan Covid-19

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak para kader Partai Gerindra membantu pemerintah menangani dampak akibat pandemi Covid-19

Agus Suparto/Fotografer Kepresidenan
Presiden Joko Widodo pada Kamis (25/6/2020) pagi, bertolak menuju Jawa Timur. Ini adalah pertama kalinya Jokowi melakukan kunjungan kerja di masa new normal atau tatanan baru pandemi virus corona Covid-19. 

POSBELITUNG.CO -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak para kader Partai Gerindra membantu pemerintah menangani dampak akibat pandemi Covid-19 di bidang ekonomi dan kesehatan.

Ajakan tersebut diungkapkan Jokowi saat memberikan sambutan dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Gerindra secara virtual, Sabtu (8/8).

Di bidang kesehatan, Jokowi meminta kader Partai Gerindra yang duduk di kursi legislatif atau eksekutif sebagai kepala daerah, mengedepankan upaya pengendalian penyebaran Covid-19.

"Saya mengajak seluruh kader Partai Gerindra di mana pun berada, baik yang sekarang menjadi kepala derah maupun legislatif untuk tetap menempatkan kesehatan dan keselamatan rakyat sebagai prioritas. Penyebaran Covid-19 harus mampu kita kendalikan,” kata Jokowi yang dilansir kompas.com dari Antara, Sabtu (8/8).

Selain itu, Jokowi juga mengingatkan untuk menghidupkan geliat ekonomi masyarakat. Misalnya, dengan membeli produk buatan dalam negeri yang bersal dari petani, nelayan, dan UMKM.

Menteri Nadiem Sebut Evaluasi Pembelajaran Tatap Muka Tanggung Jawab Pemerintah Daerah

"Dengan cara itu maka produksi petani, produksi nelayan, produksi UMKM akan ikut bergerak yang kita harapkan menjadi daya ungkit.

Bukan hanya pada penguatan daya beli petani, nelayan, dan UMKM, tapi akan menjadi mesin penggerak bagi pertumbuhan ekonomi nasional bagi kuartal ke-III ini," tuturnya.

Jokowi juga mengingatkan soal gelombang kedua pandemi Covid-19. Ia meminta agar seluruh pihak berhati-hati dan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

Ia mengatakan, jika gelombang kedua menghantam Indonesia, maka proses pemulihan krisis ekonomi dan kesehatan akan makin melambat.

Jokowi mengatakan, saat ini perekonomian kuartal dua Indonesia telah mengalami kontraksi yang dalam yaitu minus 5,32 persen.

 Ia berharap Indonesia tidak benar-benar jatuh ke jurang resesi.

"Jangan sampai kita masuk gelombang kedua. Second wave yang memperlambat kita untuk pulih kembali. Kuncinya adalah disiplin mejalankan protokol kesehatan, tapi kita tidak boleh hanya berhenti pada masalah kesehatan," kata Jokowi.

Remaja di Bandung ini Bunuh Pacarnya Setelah Berhubungan Badan, Motifnya Cemburu

Sementara itu dalam sambutannya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menceritakan partainya yang dibentuk pada Februari 2008 silam sempat diremehkan. Kini, Prabowo  bangga lantaran Gerindra sudah berkecimpung di perpolitikan Indonesia selama 12 tahun lamanya.

"Tadi saya katakan saya merasa bangga, boleh juga ya Gerindra ini. Kalau saya lihat tampang kalian ini, 12 tahun lalu kita diremehkan. Dulu ada yang bilang, apa itu Gerindra, Gerindri, ya kan? Tapi dengan semangat, rawe-rawe rantas malang-malang putung, dengan semangat tidak mengenal menyerah, dengan semangat kegembiraan, dengan optimisme, kita jalan terus," ujar Prabowo.

Prabowo tak ingin umur panjang dan prestasi Partai Gerindra membuat para kadernya angkuh dan sombong.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved