Breaking News:

Singapura Wajibkan Turis untuk Karantina, Bakal Dipasangi Alat yang Dilengkapi Bluetooth dan GPS

Semua turis berusia di atas 12 tahun, termasuk penduduk Singapura yang kembali dari luar negeri, harus memakai alat tersebut.

Editor: Novita
Pos Belitung/Dede Suhendar
Pertunjukkan wing of time di Santosa Island Singapura, Sabtu (16/12/2017). 

POSBELITUNG.CO - Anda berencana liburan ke Singapura dalam waktu dekat?

Bersiaplah dipasangi sebuah alat pantau elektrik saat masuk ke negara tersebut.

Dilansir TribunTravel dari Travel+Leisure, Singapura mewajibkan semua turis yang masuk untuk melakukan karantina di rumah dengan perangkat pemantauan elektronik mulai hari ini, Selasa (11/8/2020).

Perangkat tersebut menggunakan Bluetooth dan sinyal GPS untuk melacak wisatawan, tetapi tidak merekam suara atau video, kata Kementerian Kesehatan Singapura.

Semua turis berusia di atas 12 tahun, termasuk penduduk Singapura yang kembali dari luar negeri, harus memakai alat tersebut.

Perangkat pemantauan elektronik itu nantinya bisa diambil turis setelah menyelesaikan imigrasi.

Turis diharuskan mengaktifkan monitor begitu tiba di lokasi karantina dan untuk mengetahui pesan dan pemberitahuan yang dikirim oleh pemerintah.

Pihak berwenang akan menerima alaram peringatan saat ada turis yang meninggalkan lokasi karantina atau merusak perangkat mereka.

Dengan memakai alat ini, turis akan terdeteksi di manapun berada.

Sehingga turis tidak bisa meninggalkan tempat di mana ia dikarantina.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved