Breaking News:

Berita Belitung

Arah Pemuda Indonesia Lakukan Pengabdian di Pulau Seliu

Yayasan Arah Pemuda Indonesia (API) mengabdi bagi masyarakat Pulau Seliu, Kecamatan Membalong, Belitung.

posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Kegiatan pelatihan pengolahan produk makanan yang dilakukan divisi ekonomi yayasan API di Kantor Desa Seliu, Rabu (12/8/2020). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -  Yayasan Arah Pemuda Indonesia (API) mengabdi bagi masyarakat Pulau Seliu, Kecamatan Membalong, Belitung.

Sebanyak 72 relawan dan panitia API dari berbagai penjuru negeri itu berkumpul, beraktivitas, dan memberdayakan masyarakat selama enam hari pada 9-14 Agustus.

Melalui kegiatan bertajuk Pengabdi Muda 2 yang mereka lakukan, para relawan berharap bisa menjawab berbagai permasalahan di masyarakat pulau di barat daya Pulau Belitung itu.

Koordinator Umum Relawan API Ristian Januari, Rabu (12/8/2020) menunjukkan berbagai aktivitas yang mereka lakukan. Siang itu, ia menunjukkan kegiatan screening kesehatan yang dilakukan divisi kesehatan di Balai Desa Seliu. Masyarakat duduk bergilir menunggu antrean pengecekan kesehatan gratis. Tak hanya pengecekan kesehatan, warga juga bisa berkonsultasi langsung ke dokter.

"Latar belakang kami memang beragam. Ada dokter, ada yang bekerja dibidang lingkungan hidup, dan guru. Semua yang hadir di sini juga tidak sembarang, tapi kami telah melalui seleksi dari ribuan orang buat berangkat ke sini," ujar Ristian.

Sebelum berangkat ke Pulau Seliu, panitia API telah lebih dulu berangkat mencari isu permasalahan. Lima isu pokok yang berkaitan di tiap divisi pun dijelaskannya.

Di bidang kesehatan dan lingkungan misalnya, masih ditemukan anak stunting dan masyarakat yang belum memiliki jamban. Kemudian pada bidang pendidikan masih banyak anak putus sekolah.

Juga dibidang ekonomi, ada banyak bahan baku yang belum diolah maksimal sehingga Desa Seliu belum memiliki ciri khas tertentu dari segi produk olahannya. Serta dibidang pariwisata, Desa Seliu belum begitu dikenal di luar sana.

Di samping menyasar ke daerah 3T atau tertinggal, terdepan, dan terluar di Indonesia mereka lalu memilih Pulau Seliu agar potensinya bisa diangkat.

Ia berharap, ke depan Pulau Seliu dapat berkembang dari sisi kepariwisataannya. Serta BUMDes memiliki produk dan branding sendiri.

"Serta pendidikan tidak ada lagi anak putus sekolah. Harapan ke depan relawan hidup untuk menjadi bernilai, seluruh desa yang belum tersentuh agar bisa berkembang selama ada pemuda," katanya.

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved