Breaking News:

Advertorial

LPK Mahesa Latih Pengelasan Warga Kelurahan Parit

LEMBAGA Pelatihan Kerja (LPK) Mahesa melatih 15 warga Kelurahan Parit, Tanjungpandan ketrampilan pengelasan.

Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
Pelatihan pengelasan yang dilakukan LPK Mahesa di Kelurahan Parit, Tanjungpandan, Kamis (13/8). 

POSBELITUNG.CO--LEMBAGA Pelatihan Kerja (LPK) Mahesa melatih 15 warga Kelurahan Parit, Tanjungpandan ketrampilan pengelasan. Kegiatan tersebut digelar sekitar sebulan melalui 25 kali pertemuan atau 200 jam pelatihan.

Menurut Pimpinan LPK Mahesa, Fitra Haryanton, pelatihan pengelasan yang disampaikan merupakan kombinasi antara materi dan praktik.

“Produk yang dihasilkan sesuai permintaan kelurahan yang diperuntukkan bagi masyarakat seperti tenda, photo booth, ayunan, dan jungkat jungkit buat arena permainan. Sehingga masyarakat nanti yang mengurus administrasi, anak-anak bisa bermain di area bermain,” katanya, Kamis (13/8).

Para peserta pelatihan pun tampak antusias mengerjakan berbagai produk pengelasan. Tak ketinggalan peralatan keamanan dari mulai seragam kerja, helm, dan kacamata dikenakan. Bentuk-bentuk besi lalu sambung-menyambung membentuk pola dari produk yang akan dihasilkan.

Lembaga pelatihan yang berdiri sejak 2003 ini memang aktif mengadakan pelatihan di desa maupun kelurahan sejak lima tahun terakhir. Apalagi LPK Mahesa memiliki delapan jurusan, diantaranya jurusan komputer seperti aplikasi perkantoran, desain grafis dan teknisi komputer. Juga jurusan life skill yakni ada teknisi elektronik tingkat dasar pengelasan, dan otomotif.

Setiap peserta pelatihan program pemberdayaan masyarakat di desa maupun kelurahan pun dibimbing hingga mampu menghasilkan produk jadi. Dari hasil pelatihan keterampilan di desa atau kelurahan, ia berharap agar tak hanya terputus pada pelatihan teknis saja. Namun pihak desa atau kelurahan juga bisa mengadakan program pemagangan ke perusahaan-perusahaan swasta di Belitung. Dengan begitu ilmu yang ada di dunia kerja bisa digali.

“Juga agar perusahaan bisa menilai kandidat yang dibutuhkan. Sehingga pencapaian target pengurangan pengangguran dari pelatihan ini bisa tercapai,” katanya.

Sementara itu, instruktur pengelasan LPK Mahesa, Yoki Noprial menyebut materi yang disampaikan kepada peserta pelatihan yakni seputar teknik pengelasan dasar. Seperti cara menempelkan besi, menyalakan inverter, mempresisikan ukuran, merapikan pekerjaan hasil pengelasan, memastikan hasil pengelasan kuat, dan pengkampuan material kerja. Juga diberikan informasi mengenai fabrikasi untuk produksi barang, hingga pengelasan horizontal.

Dari hasil pelatihan selama sebulan, kata dia, keterampilan yang diperoleh bisa diasah terus agar hasil las semakin bagus. Sehingga berikutnya, para peserta pelatihan bisa membuka usaha sendiri dibidang las. Tak hanya itu, peserta pelatihan juga terus dibina sampai bisa melakukan usaha las secara mandiri.

“Tetap koordinasi, (peserta) masih telpon ke instruktur terkait presisi ukuran,” ujarnya.

Di samping itu, Lurah Parit Delinasari menyebut bahwa pelatihan pengelasan merupakan satu dari enam program pelatihan pemberdayaan masyarakat. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 saat banyak warga terimbas, ia berkeinginan keterampilan dasar bisa didapatkan warga dalam menambah penghasilan ke depannya.

Bekerja sama dengan LPK Mahesa buat melatih warga dalam praktik pengelasan dasar pun dilakukan karena lembaga tersebut memiliki peralatan lengkap dan berpengalaman.

“LPK Mahesa karena sudah berpengalaman dan alat-alatnya lengkap. Serta beberapa kali mengadakan pelatihan pengelasan dari kelurahan lainnya, jadi dari kegiatan itu ketika kami lihat hasil produk maupun (keterampilan) pesertanya bagus,” tuturnya. (advertorial/q2)

Penulis: Iklan Bangkapos
Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved