Breaking News:

Advertorial

Program BISA Sukses di Belitung Timur

PROGRAM Bersih, Indah, Sehat dan Aman (BISA) merupakan program yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Deputi Bidang K

Program BISA Sukses di Belitung Timur - pemberian-plakat-1808.jpg
Istimewa/Dokumentasi Disbudpar Beltim
PEMBERIAN PLAKAT - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung Timur Evi Nardi memberikan plakat Disbudpar kepada Drs Duta Indra Siregar MM dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Program BISA Sukses di Belitung Timur - peserta-program-bisa-membersihkan.jpg
Istimewa/Dokumentasi Disbudpar Beltim
PESERTA program BISA membersihkan dan memperbaiki tracking mangrove di Taman Mangrove Pantai Tambak.

POSBELITUNG.CO--PROGRAM Bersih, Indah, Sehat dan Aman (BISA) merupakan program yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Deputi Bidang Kebijakan Strategis, dalam rangka menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia untuk melaksanakan program padat karya, dalam upaya mitigasi dampak Covid-19 di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Program BISA bertujuan untuk mengupayakan peningkatan kualitas dan daya saing destinasi pariwisata Indonesia, guna mendorong peringkat Indonesia dalam Travel and Tourism Competiveness Index (TTCI). Pariwisata Indonesia masih menempati peringkat ke-102 pada kategori Health and Hygiene dan peringkat ke-80 di kategori Safety and Security dari 140 negara.

Belitung Timur menjadi satu di antara kabupaten yang dipercaya menyelenggarakan Program BISA dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Berdasarkan koordinasi antara Kementerian dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung Timur, Program BISA diselenggarakan selama dua hari, yakni 12 Agustus dan 13 Agustus 2020.

Pelaksanaan hari pertama diisi dengan pembukaan yang dilaksanakan terfokus di destinasi wisata Tebat Rasau Desa Lintang, Kecamatan Simpang Renggiang. Sedangkan di hari kedua, program BISA dilaksanakan di masing-masing lima destinasi wisata yang ada di Kabupaten Belitung Timur. Yakni Tebat Rasau, Open Pit Namsalu, Pantai Burung Mandi, Taman Mangrove Pantai Tambak dan Pantai Nyiur Melambai.

Pembukaan Program BISA di Kabupaten Belitung Timur dihadiri oleh Tim dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yaitu Drs Duta Indra Siregar MM, Shinta Febrianti, Irene Tatyana, serta perwakilan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Apri Yuliansyah.

Program BISA di Kabupaten Belitung Timur terselenggara atas koordinasi dan kerja sama dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung Timur. Kegiatan ini melibatkan 100 orang pengelola destinasi wisata dari lima destinasi wisata di Kabupaten Belitung Timur, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kecamatan, pemerintah desa dan mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) dari Universitas Bangka Belitung.

Adapun kegiatan yang dilakukan adalah kerja bakti untuk memperbaiki tracking di Tebat Rasau, tracking mangrove yang rusak, bersih-bersih, menanam bunga dan tanaman lokal Belitung Timur, pengecatan sarana dan prasarana yang ada, serta memasang beberapa pengaman untuk di area Open Pit Namsalu.

Kegiatan ini disambut sangat antusias dan semangat dari pengelola destinasi wisata yang ada. Mulai remaja hingga orang tua, semua bergotong royong bersama memperbaiki dan membenahi destinasi wisata. Mereka semangat bergotong royong hingga menjelang senja.

Program BISA ini sukses diselenggarakan di Belitung Timur dan memberikan dampak yang sangat nyata bagi sarana dan prasarana, serta kesiapan destinasi wisata dalam menyambut wisatawan atau pengunjung.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwista Kabupaten Belitung Timur Evi Nardi mengatakan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Belitung Timur atas nama Pemerintah Kabupaten Belitung Timur mengucapkan banyak terima kasih kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia yang telah melaksanakan Program BISA ini di Kabupaten Belitung Timur.

“Tentu hal ini sangat sejalan dan sinergi dengan upaya kami dan pengelola destinasi wisata yang ada, untuk bangkit kembali membenahi destinasi-destinasi wisata yang ada, sehingga destinasi wisata yang ada siap untuk dibuka sesuai dengan SOP protokol kesehatan,” kata Evi Nardi, Rabu (12/8).

Evi Nardi mengimbau agar pengelola destinasi wisata ini dapat terus kreatif dan inovatif dalam mengembangkan masing-masing objek wisatanya, sekaligus memantapkan dan betul-betul menyiapkan paket-paket wisata yang akan dijual atau ditawarkan kepada wisatawan yang berkunjung.

“Jangan sampai begitu datang wisatawan, paket wisatanya belum ada atau belum siap. Karena dengan paket wisata inilah justru yang dapat membangkitkan atau menggerakkan perekonomian masyarakat dari sektor pariwisata,” jelas Evi Nardi.

Kini saat kita semua sedang merayakan HUT ke-75 RI. Destinasi wisata yang ada di Kabupaten Belitung Timur sudah semakin siap dan mantap untuk menyambut kedatangan pengunjung dan wisatawan, dengan beragam paket wisata dan budaya yang ditawarkan. Semoga hal ini menjadi titik bangkit sektor pariwisata di Belitung Timur selama pandemi. (Advetorial/lui)

Penulis: Iklan Bangkapos
Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved