Breaking News:

Berita Belitung Timur

Bawaslu RI Ingatkan ASN, Jangan Main Tik Tok untuk Dukung Calon dalam Pilkada 2020

Aparatur Sipil Negara (ASN) dilarang keras menunjukkan keberpihakan terhadap pasangan calon tertentu dalam proses kontestasi pemilihan kepala daerah

Posbelitung.co/Bryan Bimantoro
Anggota Bawaslu RI Rahmat Bagja saat menyampaikan materi dalam Rapat Koordinasi dengan Stakeholders 'Netralitas ASN pada Pilkada Beltim 2020' yang diselenggarakan Bawaslu Belitung Timur, Jumat, (21/8/2020) di RM Fega, Manggar. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG--Aparatur Sipil Negara (ASN) dilarang keras menunjukkan keberpihakan terhadap pasangan calon tertentu dalam proses kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Belitung Timur.

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia Rahmat Bagja mengatakan ASN harus netral dalam perpolitikan. Tidak boleh memihak kepada kepentingan apapun.

Ia memfokuskan banyak pelanggaran pada penggunaan media sosial oleh ASN. Mereka banyak memposting, menyukai, mengomentari, ataupun membagikan status yang berisi konten kampanye atau promosi satu pasangan calon.

"Itu tidak boleh. Netralitas ASN jaman sekarang bisa dilihat dari sosial medianya. Apalagi banyak platform yang memfasilitasi, seperti facebook, instagram, twitter, termasuk membuat video di tik tok untuk membuat konten dukungan pada calon tertentu, tidak boleh itu," tegasRahmat saat mengisi materi dalam Rapat Koordinasi dengan Stakeholders 'Netralitas ASN pada Pilkada Beltim 2020' yang diselenggarakan Bawaslu Belitung Timur, Jumat, (21/8/2020) di RM Fega, Manggar.

Ia menuturkan, netralitas ASN merupakan pelanggaran hukum lainnya yang paling banyak ditemukan Bawaslu. Dari sekitar 500 kasus pelanggaran pidana maupun administrasi, sebanyak 300 kasus sudah direkomendasikan oleh KASN.

Ia meminta ASN agar mengerti menempatkan diri dalam menjaga netralitasnya. Namun, lebih dari itu mereka bisa memilih dan menggunakan hak suaranya.

"ASN boleh menunjukkan keberpihakan politiknya, namun hanya di dalam bilik suara saja. Sebelum dan sesudah masuk bilik suara, ASN harus netral," tegas Rahmat.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Belitung Timur Wahyu Epan Yudhistira mengatakan ASN diwajibkan netral selama ia masih berstatus ASN. Tidak ada batasan waktu kapan harus netral kapan harus tidak.

"Azas netralitas ini ada dalam UU nomor lima tahun 2014 tentang ASN. Selain itu, pasangan calon dilarang melibatkan ASN dalam kegiatan politiknya seperti yang tercantum dalam UU nomor 10 tahun 2016," kata Epan.

Ia mengajak kepada ASN agar bertindak profesional dan menjaga netralitas dalam bekerja melayani masyarakat.

"Biarkan politisi yang bertarung, ASN jangan ikut-ikut dalam pertarungan," kata Epan. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved