Breaking News:

Berita Belitung Timur

Harga Ayam Merosot, Pedagang Sate Rela Gadai Emas Demi Stok Ayam untuk Dagangan

Merosotnya harga daging ayam di pasaran dimanfaatkan pedagang buat menyetok ketersedian daging ayam untuk lapaknya.

Penulis: Suharli | Editor: nurhayati
Posbelitung.co/Suharli
Pedagang ayam pasar Lipat Kajang saat membersihkan daging ayam. Minggu (23/8/2020) 

POSBELITUNG.CO,BELITUNG--Merosotnya harga daging ayam di pasaran dimanfaatkan pedagang buat menyetok ketersedian daging ayam untuk lapaknya.

Tiga pekan belakangan di Pasar Lipat Kajang harga Ayam potong terus merosot, dari harga normal Rp 35.000 perkilogram kini bertengger diharga Rp 30.000 perkilogram.

Seorang pedagang sate, Abdul Wahid yang berjualan di depan Pasar Lipat Kajang Misalnya menyetok sebanyak 600 kilogram ayam untuk kebutuhan daging ayam.

"Nyetok 600 kilogram daging ayam, ini bertahap ambil tiap hari selama sebulan. Seminggu kebutuhan sekitar 150 kilogram," ungkap Abdul saat mengambil stok ayamnya di Pasar Lipat kajang. Minggu (23/8/2020).

Saat harga mahal Abdul mengaku, sempat rugi hingga Rp 30 juta, hal itu menurutnya karena gaji karyawan selama empat bulan tidak terbayarkan.

"Jadi pas harga turun kayak gini kesempatan nyetok. Misal kalau ada tabungan emas gadai dulu lah untuk nyetok daging ayam, biasanya kondisi kayak gini kan tidak lama," ujarnya.

Sementara itu satu diantara pedagang ayam Pasar Lipat Kajang Yudistira mengatakan merosotnya harga dikarenakan stok ayam saat ini sedang banyak, selain itu minat beli masyarakat juga sedang turun.

Perkiraannya harga daging ayam akan normal kembali satu bulan lagi, ini sudah tiga mingguan.

"Kabar dari kawan-kawan peternak saat stop kandang (tidak memelihara) lantaran harga merosot," kata Yudistira.

Menurutnya kalau dalam kondisi saat ini peternak kapasitas 1.000-500 ekor pasti stop kandang atau tidak membesarkan ayam, kecuali kapasitas besar yakni 2.000 ekor keatas tetap konsisten berputar terus.

"Harga normal itu Rp 35.000 perkilo, jadi pedagang enak jual, pembeli enak beli, dan peternak pun masih dapat untung," ungkapnya. (Posbelitung.co/Suharli)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved