Berita Belitung Timur

Sekda Belitung Timur Akui Ada keterlambatan penyampaian rancangan APBD Perubahan dan APBD 2021

Sekda Kabupaten Belitung Timur, Ikhwan Fahrozi akui adanya keterlambatan penyampaian rancangan APBD Perubahan dan APBD 2021.

Penulis: Suharli | Editor: nurhayati
Posbelitung.co/Suharli
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Beltim Ikhwan, Fahrozi. 

POSBELITUNG.CO,BELITUNG--Sekda Kabupaten Belitung Timur, Ikhwan Fahrozi akui adanya keterlambatan penyampaian rancangan APBD Perubahan dan APBD 2021.

Dia mengaku memang sudah memandatkan kepada wakil TAPD, Asisten II, Khaidir Lutfi untuk proses pembahasam anggaran APBD perubahan dan APBD 2021.

Pada hari ini Kamis, (27/8/2020) mereka membahas hasil review dari inspektorat dan RKPD Bapelitbanhda. Setelah hasil review ini akan di sampaikan PPS perubahan 2020 dan usulan APBD perubahan 2021.

"Insyaallah mungkin dalam minggu ini akan kami bahas di DPRD dengan tim banggar. Memang ada keterlambatan, kami tidak tepat waktu didalam proses pembahasan ini, karena seharusnya di minggu pertama Agustus dalam ketentuan aturan keuangan sudah pembahasan di DPRD," ungkap Ikhwan saat ditemui Posbelitung.co di ruang kerjanya.

Dia menjelaskan, hak itu berkenaan ada kondisi yang harus Pemda Beltim sesuaikan karena beberapa waktu lalu, mereka melakukan perubahan refocusing anggaran perubahan untuk penanganan covid.

"Ini menjadi suatu pertimbangan, atau kalau boleh dikatakan sebagai kendala. Karena kami menunggu petunjuk dari pusat, karena banyak perubahan baik berupa surat dari pusat melaui Kemenkeu yang harus diadaptasi. Tapi pada intinya kami akui bahwa ada keterlambatan TAPD didalam penyampaian rancangan APBD perubahan maupun APBD 2021," jelas 

Untuk anggaran 2021, Pemkab Beltim yakin bisa diselesaikan karena batasnya adalah 30 November 2020, waktu itu akan di maksimalkan untuk pembahasan APBD 2021.

"Namun APBD perubahan ada keterlambatan, mudah-mudahan dalam minggu ini sudah dibahas di DPRD antara Banggar dan mitra OPD masing-masing dalam perubahan anggaran 2020," ujarnya.

Konsekuensi keterlambatan, diakui Sekda untuk eksekusi akam terlambat, tapi pemerintah daerah tetap fokus pada pembangunan yang sifatnya dapat meningkatkan ekonomi pemulihan covid-19.

Dia berharap ada kegiatan yang dapat dilaksanakan seperti di PU, ada program padat karya yang bisa dilaksanakan dalam waktu singkat, Kemudian anggaran rutin re eksekusi di OPD masing-masing.

Menurutnya sampai akhir Agustus ini, serapan angaran di OPD kinerja terhadap keuangan dan serapan kinerja terhadap giatan akan terlihat.

"Tapi trend sampai dengan Agustus banyak OPD Belum mencapai target serapan anggaran. Nanti kami akan rapat koordinasi untuk menstresing kembali OPD-OPD untuk segera mengeksekusi anggaran secepat mungkin. Karena trend setiap tahun pada angka serapan anggaran pada kisaran 88 persen. Saat ini belum tercapai karena ada kondisi ada penanganan covid," jelas Khaidir Lutfi.

Dia menambahkan dari anggaran refocusing yang mencapaiRp  90 miliar, hanya Rp 20 miliaran yang akan di laporkan ke BPK dan Kemenku atas serapan ini.

"Selanjutnya kami menunggu petunjuk apakah sisa refocusing dapat masuk kembali di anggaran induk. Ini menjadi pertimbangan kami untuk membalancing anggaran," bebernya. (Posbelitung.co/Suharli)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved