Breaking News:

Berita Belitung Timur

Sekda Belitung Timur Ingatkan Kades, Jangan Sewenang-wenang Ganti Perangkat Desa

Ikhwan Fahrozi yang juga Ketua panitia pilkades tingkat Kabupaten mengingatkan agar para kades yang baru dikukuhkan tidak sewenang-wenang

Penulis: Suharli | Editor: nurhayati
Posbelitung.co/Suharli
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Beltim Ikhwan, Fahrozi. 

POSBELITUNG.CO,BELITUNG--Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Belitung Timur, Ikhwan Fahrozi yang juga Ketua panitia pilkades tingkat Kabupaten mengingatkan agar para kades yang baru dikukuhkan tidak sewenang-wenang mengganti perangkat desa, karena ada aturan yang sudah mengaturnya.

Dia mengatakan, memang ada beberapa kades petahana terpilih kembali, dia pun yakin dapat menjalankan visi misi, tidak perlu lagi adaptasi didalam memimpin pemintahan desa.

"Yang jadi persoalan beban daerah kepada mereka yang pada saat ini baru terpilih menjadi kepala desa. Artinya mereka harus belajar kembali, harus beradaptasi dan harus memahami tentang tata kelola pemerintahan desa terutama tata kelola keuangan desa. Ini harus dipahami. Justru yang harus mereka lakukan asalah konsolidasi internal kedalam," ungkap Ikhwan kepada Posbelitung.co, Jumat (28/8/2020).

Saat serah terima jabatan di Desa Tanjung Kelumpang, pernah tegaskan tugas kades terpilih adalah melakukan konsolidasi internal dengan jajaran perangkat desa.

"Jangan melakukan reshuffle, karena untuk melakukan reshuffle itu kita berpedoman pada aturan. Tidak akan mudah, artinya kades untuk langsung melakukan penggantian perangkat desa karena Ada mekanisme yang telah diatur, ada permendagri dan edaran Mendagri terbaru agar kades tidak mengganti perangkat desa," tegas Ikhwan.

Mengganti perangkat desa tidak boleh otoriter, dalam mengganti harus membentuk panitia, menetapkan standar seleksinya.

"Kalau memang mau mengganti jadi tidak tiba-tiba secara otoriter mengganti, nanti muncul masalah baru. Seorang Kades bisa di PTUN kan kalau mereka tidak mengikuti aturan. Ada ketentuan dalam merekrut," ucapnya.

Menurutnya yang disayangkan, selama beberapa periode, melalui APBD maupun dana desa sudah meningkatkan kapasitas aparatur desa, melakukan bimtek dengan dana yang tidak sedikit.

Dia berkeyakinan 39 desa di Beltim, kualitas perangkat desa sudah baik. Hanya bagaimana sekarang sebagai pemimpin dapat memaksimalkan kineeja bawahannya. Jadi kades harus belajar dan mampu memaksimalkan kinerja. Apakah menggunakan reward punishment, apakah menggunakan insentif bagi mereka.

"Nah ini teori kepemimpinan yang harus dilakukan seorang kepala desa karena masa jabatan mereka cukup panjang, enam tahun. Ini harus piawai, kami tetap melakukan pembinaan. Mengganti perangkat harus seizin Bupati nanti kami upayakan mereka konsultasi ke pemda tidak boleh langsung, karena pemerintahan akan terganggu," kata Ikhwan. (Posbelitung.co/Suharli)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved