Breaking News:

Berita Belitung

Alasan Burhanudin Ingin Jadi Bupati Setelah Menjabat Wabup Belitung Timur, Singgung Soal Pengorbanan

Burhanudin memastikan diri menjadi bakal calon bupati pada Pilkada Beltim 2020 Desember mendatang.

Posbelitung.co/Bryan Bimantoro
Wabup Beltim Burhanudin sekaligus bakal calon Bupati pada Pilkada Beltim 2020 

"Alhamdulillaah tingkat pengenalan masyarakat Beltim terhadap dirinya cukup tinggi sehingga saat partai politik membuka diri, saya lakukan pendaftaran. Mendaftarkan diri bukan mengada-ada tapi berdasarkan survei elektabilitas tadi," jelasnya.

Akhirnya setelah perjalanan panjang, ia mendapatkan usungan dua parpol, PKS dan Golkar serta satu parpol pendukung PPP.

"Dengan maju sebagai bupati bukan berarti ini segala-galanya. Tapi ini awal, awal untuk bekerja keras. Awal untuk memaksimalkan perjuangan memenangkan pilkada ini. Di sisi lain lawan kami koalisi cukup besar, kami ini orang kecil tak punya apa-apa tapi punya itikad baik dengan penuh semangat membangun Beltim untuk bisa berhasil dan sesuai dengan tujuannya," kata Aan.

Dalam sejarahnya, Belitung Timur tidak pernah dipimpin oleh bupati yang sama di periode kedua.

Atas hal ini, dengan modalnya sebagai mantan birokrat dan mantan Wabup nantinya mencoba maju dalam kontestasi. Dengan menjadi bupati, Burhanudin berharap bisa mewujudkan harapan perjuangannya di awal yang selama ini belum terwujud olehnya.

"Kalah menang Allaah SWT yang tentukan. Kita harus positive thinking. Ini adalah proses politik. Ini bukan memilih partai, tapi memilih figur. Silakan 90 ribu masyarakat Beltim pakai hak suaranya tentukan pemimpinnya tanpa saling mendeskriditkan, menzalimi, mencaci maki. Tapi mari kita berpikir secara konstruktif membangun Beltim ke depan dengan SDA dan SDM yang tersedia. Sebagai petahana dan mantan PNS, kami beritikad baik untuk memperbaiki tatanan konsep pemerintahan ke depan yang lebih baik," ujarnya.

Bangkit dari Keterpurukan Ekonomi

Mengenai peta politik saat ini ia mengaku sangat berbeda dengan Pilkada tahun 2015. Saat itu persaingan cukup ketat dengan tiga pasang calon. Petahana yang kuat dengan elektabilitas tinggi berhasil ia lawan karena semua keputusan ada di tangan masyarakat.

"Saat ini menarik memang jika dua pasang. Head to head itu menarik. Sebagian orang memandang semua diukur dengan finansial. Padahal tak semua. Harga diri masyarakat Beltim tak diukur dengan uang. Masyarakat beltim saya percaya bukan mata duitan dan tak bisa diukur dengan materi. Rasionalitas yang perlu untuk membangun Beltim kedepan. Objetifitas masalah, rasionalitas berpikirnya untuk menentukan titik awal Beltim 2021 ke depan karena kita sudah masuk era globalisasi," paparnya.

"Ini fase keempat RPJPD Beltim. Harus ada perubahan. Dari struktur, tatanan pemerintahan dari pembangunan investasi perlu dipikirkan secara matang. Itu tak bisa dibangun sendiri. Harus dibangun dengan masyarakat secara kolektif. Karena itu keterlibatan masyarakat, stakeholder yang membangun daerah sangat penting karena kita punya potensi untuk maju bersama," tambahnya.

Halaman
123
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved