Breaking News:

Berita Belitung

Batal Berangkat Haji Hingga Ada Kemungkinan Tertunda, Begini Tanggapan Calhaj Belitung

Marwan Safari seorang jemaah haji asal Kabupaten Belitung ini mengaku ikhlas saat pemerintah membatalkan keberangkatan haji 2020

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: nurhayati
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Jemaah calon haji Belitung saat mengikuti bimbingan manasik haji di Kantor Kemenag Belitung, Kamis (3/9/2020). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG--Marwan Safari seorang jemaah haji asal Kabupaten Belitung ini mengaku ikhlas saat pemerintah membatalkan keberangkatan haji 2020 akibat pandemi Covid-19.

"Kami berangkat 2020 namun karena Covid-19 yang memang bukan kehendak kita sebagai manusia. Aku menerima karena segala sesuatunya kehendak Allah, jadi terima lapang dada, keputusan mutlak dari Allah,"  ungkap Marwan Safari saat tengah mengikuti bimbingan manasik haji di Kantor Kemenag Belitung, Kamis (3/9/2020).

Menurut pria asal Desa Cerucuk, Kecamatan Badau itu, seperti halnya yang disampaikan Kepala Kantor Kemenag Belitung H Masdar Nawawi bahwa ada kemungkinan keberangkatan ditunda, maka ia tak masalah kembali menunggu.

Meskipun ia telah menunggu sembilan tahun lamanya, agar bisa beribadah ke tanah suci bersama sang istri.

"Kami siap, bukan mau, tapi siap lah sesuai nanti sampai pada keberangkatan. Ikhlas karena datangnya dari Allah," kata dia.

Kepala Kantor Kemenag Belitung H Masdar Nawawi mengatakan kepada jemaah mulai sekarang agar membangun pabrik sabar karena semuanya serba menunggu.

Di samping tetap menjaga kesehatan. Ini penting karena yang disebut disebut istitha'ah atau mampu itu bukan hanya dari segi biaya, tapi mampu lahir dan batin, fisik harus mampu karena ibadah haji ini ibadah bergerak yang menjadi kumpulan lima rukun Islam.

"Haji itu bergerak kalau tidak bergerak tidak sah, makanya harus sehat jika tidak akan menggangu ibadah menuju haji mabrur," pesannya.

Ia juga mengatakan bahwa meskipun belum ada kebijakan lebih lanjut terkait nasib keberangkatan para jemaah calhaj, bimbingan manasik tetap dilakukan sepanjang tahun. Karena itu menjadi tugas pemerintah sesuai undang-undang nomor 8 tahun 2019 tentang penyelenggaraan ibadah haji, makanya bimbingan manasik tetap dilakukan dua kali ditingkat kabupaten dan delapan kali di kecamatan.

"Bahwa pemerintah harus membina, melayani, dan memberi perlindungan bagi jemaah haji dalam ketahanan jemaah haji menuju haji mabrur," ujar Masdar.

Gabungan dua foto yang memperlihatkan perbedaan besar jumlah jamaah yang melaksanakan tawaf sekeliling Ka'bah, Masjid Haram Arab Saudi. Foto atas direkam pada 7 Maret 2020 dan foto bawah pada 13 Agustus 2019 atau musim haji 2019.
Gabungan dua foto yang memperlihatkan perbedaan besar jumlah jamaah yang melaksanakan tawaf sekeliling Ka'bah, Masjid Haram Arab Saudi. Foto atas direkam pada 7 Maret 2020 dan foto bawah pada 13 Agustus 2019 atau musim haji 2019. (AFP/ABDEL GHANI BASHIR)
Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved