Breaking News:

Massa Keroyok 2 Wartawan saat Liput Perselingkuhan: Baru Berhenti setelah Saya Teriak Allahu Akbar

Akibat kejadian itu, kedua korban didampingi kuasa hukum dan rekan seprofesi kemudian melaporkan ke Polres Brebes.

Penulis: tidakada007 | Editor: M Ismunadi
KOMPAS.com/Tresno Setiadi
Sejumlah wartawan yang bertugas di eks Karesidenan Pekalongan saat mendatangi Mapolres Brebes meminta polisi mengusut tuntas kasus pengeroyokan wartawan oleh sekelompok orang, Kamis (3/9/2020). 

2 Wartawan Dikeroyok Massa saat Liput Perselingkuhan: Baru Berhenti setelah Saya Teriak Allahu Akbar

POSBELITUNG.CO - Sekitar 20-an orang diperkirakan mengeroyok 2 wartawan yang sedang bertugas meliput dugaan perselingkuhan di Balai Desa Cimohong, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Rabu (2/9/2020).

Informasi yang diterima Kompas.com, korban pertama bernama Agus Supramono wartawan Semarang TV bahkan harus dilarikan ke RSUD Brebes karena mengalami luka di kepala dan pelipis mata hingga harus dijahit.

Sementara korban lainnya, Eko Fidiyanto wartawan Radar Tegal hanya mengalami luka ringan dan kacamata yang dikenakannya pecah.

Akibat kejadian itu, kedua korban didampingi kuasa hukum dan rekan seprofesi kemudian melaporkan ke Polres Brebes.

Kronologi

Agus Pramono mengatakan, kasus penganiayaan bermula saat dia dan rekannya tengah liputan proses mediasi warga di Balai Desa Cimohong, Kecamatan Bulakamba, Brebes.

Saat itu digelar mediasi kasus dugaan perselingkuhan yang dilakukan Kepala Desa (Kades) setempat.

Mediasi itu awalnya dihadiri perwakilan warga dan tokoh masyarakat.

Saat mediasi berjalan, tiba-tiba muncul massa yang diduga pendukung Kades. Massa kemudian melarang dirinya untuk meliput karena dinilai sebagai aib.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved