Breaking News:

Berita Belitung

Bupati Belitung Sebut Sempat Ada Rencana Kerja Sama Rumah Sakit Bertaraf Internasional

"Ternyata secara bisnis medisnya tidak representatif, sebab itulah sampai sekarang tidak ada tindak lanjut," katanya.

Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Bupati Belitung H Sahani Saleh 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Bupati Belitung Sahani Saleh, Minggu (6/9/2020) mengatakan rencana pembangunan rumah sakit bertaraf internasional sebenarnya sempat ada rencana kerjasama dengan salah satu jaringan rumah sakit swasta besar.

Mereka meminta lahan yang luasnya sekitar 6 ribu meter persegi, lalu rencananya disiapkan lahan di sebelah ruang VIP eks RSUD lama.

Bahkan survei sudah dilakukan sekitar setahun lalu. Termasuk kajian terkait jumlah penduduk dan berbagai hal, karena memang pembangunan layanan kesehatan tak terlepas dari bisnis.

"Ternyata secara bisnis medisnya tidak representatif, sebab itulah sampai sekarang tidak ada tindak lanjut," katanya.

Kemudian ada lagi pihak dari Jerman yang sudah memiliki lahan seluas 8,5 hektare di Tanjung Kelayang, . Rencananya juga bakal membangun rumah sakit bertaraf internasional.

"Mereka sudah ada rencana ke sini, tapi karena Covid-19 belum ada tindak lanjut," imbuh dia yang akrab disapa Sanem.

Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) RI Suharso Monoarfa pada kunjungannya beberapa waktu lalu sempat mengatakan agar Belitung membangun rumah sakit internasional.

Terutama dalam mendukung pengembangan pariwisata berskala internasional.

Menteri PPN Sempat Singgung Agar Punya Rumah Sakit Internasional, Begini Kata Kadinkes Belitung

Makanya kata Sanem, pemerintah daerah berupaya agar memiliki fasilitas kesehatan berkelas internasional.

Sementara itu, kata dia, saat ini RSUD Marsidi Judono Belitung sebenarnya dari segi ketersediaan alat kesehatan sudah komplet.

Bahkan rencananya kini sedang dipelajari untuk menambah hyperbaric chamber yang merupakan fasilitas terapi oksigen hiperbarik yang biasanya untuk memulihkan penyakit dekompresi akibat menyelam.

"Peralatan itu karena (Belitung) wisata bahari, alat satu itu yang kurang, hyperbaric chamber itu. DED tahap dua dianggarkan buat itu. Sedang dipelajari untuk biayanya," ucap dia.

Selanjutnya bangunan RSUD sudah sesuai standar. Hanya saja tenaga dokter spesialis yang masih kurang.

"Itu yang jadi problem. Kalau rumah sakit internasional bukan hanya fasilitas gedung dan pelayanan medis maupun alkes, tapi juga menyangkut tenaga medis yang paling utama," tuturnya. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: Dedi Qurniawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved