Breaking News:

Berita Belitung

Masih Ditemukan Kosmetik Berbahaya, Loka POM Harap Masyarakat Tetap Cek KLIK

Zat berbahaya yang ditemukan yakni hidrokuinon digunakan mencerahkan dan memudarkan flek hitam pada kulit.

Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Kepala Loka POM Belitung Singgih Prabowo Adi saat menyampaikan mengenai bahaya kosmetik bermerkuri di Pandan House Restaurant, Senin (7/9/2020) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Berdasarkan pengawasan rutin terhadap kosmetik yang beredar di Belitung, Loka POM masih menemukan produk yang mengandung zat berbahaya dan produk kosmetik ilegal.

Zat berbahaya yang ditemukan yakni hidrokuinon digunakan mencerahkan dan memudarkan flek hitam pada kulit.

Loka POM mengupayakan agar kosmetik yang beredar juga tak mengandung bahan berbahaya seperti merkuri.

"Tapi dari temuan itu memang belum ada yang mengandung merkuri. Terhadap temuan itu (mengandung bahan berbahaya dan ilegal), kalau sampai detik ini belum ada yang ditindaklanjuti ke tahap pro justitia, lebih ke peringatan dan pembinaan ke sarana," ujar Kepala Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Belitung Singgih Prabowo Adi saat Focus Group Discussion Upaya Penghapusan Kosmetik Bermerkuri dan Forum Konsultasi Publik di Pandan House Restaurant, Tanjungpandan, Senin (7/9/2020).

Edukasi tersebut dilakukan dengan harapan pemilik saran tahu bahwa produk kosmetik itu tidak bisa diperjualbelikan karena produknya belum terdaftar.

Karena jika belum terdaftar berkemungkinan produknya mengandung bahan berbahaya.

Di samping itu, masyarakat juga selalu diberikan edukasi melalui cek KLIK atau kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa.

Makanya konsumen kosmetik harus memastikan produknya memiliki kemasan bagus, label mencantumkan keterangan pembuatan produk, izin edarnya ada, serta kedaluwarsa juga dicantumkan.

"Jadi ada dua sisi yang kami edukasi di sini yaitu dari pengusaha maupun konsumen," kata Singgih.

Ia menjelaskan, kalau secara fisik, produk yang mengandung merkuri atau zat berbahaya lain tidak bisa dilihat. Sehingga hanya bisa diketahui melalui label dan izin edar.

Ketika konsumen ragu dengan suatu produk, izin edarnya dapat dicek melalui aplikasi cek BPOM.

Caranya cukup memasukkan nomor yang tertera pada label. Nanti akan keluar informasi izin produk jika produk telah terdaftar.

Selanjutnya jika memiliki aduan terkait kosmetik yang diduga mengandung bahan berbahaya, maka konsumen dapat menghubungi Loka POM Belitung melalui media sosial yang mereka miliki.

"Setiap penyampaian aduan tidak dikenakan biaya, kami akan memberikan feedback berupa tindak lanjut hasil dari aduan," tuturnya. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: Dedi Qurniawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved