Breaking News:

Pendaki Tersesat di Gunung Maras

Pendaki yang Tersesat Saat Mendaki Gunung Maras Ditemukan di Ketinggian 400 mdpl

Akhirnya Tim SAR Gabungan berhasil menemukan M Hermansyah Putra, korban hilang tersesat saat mendaki Bukit Maras

Ist/Basarnas Babel
Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban diduga hilang saat mendaki Gunung Maras, Riausilip, Bangka, Senin (7/9/2020) 

POSBELITUNG.CO-- Akhirnya Tim SAR Gabungan berhasil menemukan M Hermansyah Putra, korban hilang tersesat saat mendaki Bukit Maras yang juga sering disebut Gunung Maras, di Desa Berbura, Kecamatan Riausilip, Kabupaten Bangka, Senin (7/9/2020) pagi sekitar jam 06.56 WIB.

Hermansyah hilang saat mendaki Gunung Maras bersama tiga orang temannya pada Minggu (6/9/2020). Namun saat itu dia berpisah dengan temannya untuk melanjutkan pendakian ternyata dia tersesat.

Pada Senin (7/9/2020) pagipPencarian terhadap Hermansyah dilanjutkan oleh Tim SAR Gabungan, dan korban ditemukan selamat di titik 25 KM titik diduga hilang dan tersesat.

Diketahui Hermansyah mendaki pada Minggu (6/9/2020) setelah salat dzuhur, setelah mendaki tidak lama sampai di air terjun pertama korban ketinggalan oleh ketiga rekannya Sarefi, Satria, dan Rusban.

Namun ia salah mengambil jalur hingga tersesat jauh dari tempat tujuan.

M Hermansyah Putra, korban diduga hilang dan nyasar saat mendaki Gunung Maras, Riausilip, Bangka, Minggu (6/9/2020) akhirnya ditemukan Tim SAR Gabungan Senin (7/9/2020) pagi.
M Hermansyah Putra, korban diduga hilang dan nyasar saat mendaki Gunung Maras, Riausilip, Bangka, Minggu (6/9/2020) akhirnya ditemukan Tim SAR Gabungan Senin (7/9/2020) pagi. (Ist/Basarnas Babel)

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Pangkalpinang (Basarnas Babel) Fazzli mengatakan pencarian terhadap korban hilang terbagi tiga tim.

Sebelum melakukan pencarian Tim SAR Gabungan berkordinasi dengan warga setempat instansi terkait dan pemangku adat daerah di sana, sekitar pukul 06:00 WIB.

Tim SAR Gabungan memulai pencari dengan, tim satu melakukan Tekhnik confinement mode yakni tekhnik pencarian secara cepat.

Kemudian tim kedua melakukan pencarian dengan teknik detection mode yaitu pencarian penyapuan secara pararel berdasarkan tanda atau ceceran barang.

"Tidak lama pencarian yg dilakukan korban akhirnya ditemukan oleh tim tiga di jalur setapak menuju puncak bukit lain, pada ketinggian 400 mdpl dimana korban sedang berusaha untuk mencari jalan menuruni gunung maras menuju ke perkampungan terdekat," jelas  Fazzli kepada Bangkapos.com, Senin (7/9/2020).

Halaman
1234
Penulis: Yuranda
Editor: nurhayati
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved