Advertorial
Regulasi Permudah Investasi
ROMBONGAN Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengunjungi beberapa tempat berkaitan Geopark
POSBELITUNG.CO,BELITUNG-- Rombongan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengunjungi beberapa tempat berkaitan Geopark Belitong, Sabtu (5/9/2020).
Mereka terdiri dari Sekretaris Utama (Sestama) Bappenas Himawan Hariyoga, Direktur Sumber Daya Energi Mineral Pertambangan Yahya Rahmana, Direktur PT IKA Amich dan Deputi Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Subandi, serta jajaran kementerian.
Lokasi pertama yang dikunjungi yakni Geopark Information Center (GIC). Kedatangan disambut Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem), Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie, Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung H MZ Hendra Caya, dan jajaran. Ada juga tim dari Badan Pengelola Geopark Belitong.
Di sana rombongan dijelaskan informasi mengenai Geopark Belitong yang menjadi kandidat menuju UNESCO Global Geopark (UGG).
Selain itu juga mengenai kekayaan geologi, lokasi geosite, geo-product, dan sebagainya.
Agenda selanjutnya mengunjungi SD Negeri 17 Tanjungpandan sebagai percontohan geo-school di Belitung. Mereka disambut meriah para siswa yang memperagakan proses pembuatan kerajinan tangan, serta proses pengolahan sampah.
Berikutnya, kunjungan dilakukan berturut-turut ke geosite Juru Seberang dan Bukit Peramun.
Saat di Belitung Mangrove Park, digelar dialog terkait pengembangan geosite itu. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Belitung mengatakan cita-cita menjadikan Geopark Belitong mendunia memang tengah diupayakan. Dukungan investasi dari berbagai pihak seperti BUMN memang telah masuk.
Bahkan ada rencana investasi dari investor Singapura yang dibawa Dubes RI untuk Singapura I Gede Ngurah Swajaya.
"Mereka sudah siap berinvestasi untuk membangun marina di kawasan ini. Sekaligus marina dan cottage," kata Sanem.
Konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable) juga telah disiapkan. Namun dibutuhkan kejelasan terkait regulasi kerjasama antar pihak luar negeri dengan kelompok pengelola hutan kemasyarakatan sehingga investasi itu dapat diserap.
"Nanti perlu sama-sama dibawa yang berkaitan dengan BKPM (badan koordinasi penanaman modal), ke pajak, serta bentuk pola kerjasama, sehingga bagaimana caranya hal tersebut dapat difasilitasi," ujarnya.
Sekretaris Utama (Sestama) Bappenas Himawan Hariyoga memuji pengembangan kawasan yang dulunya tempat pembuangan limbah tambang menjadi ekowisata. Apalagi hal tersebut dilakukan kelompok masyarakat.
"Bappenas punya peran menjadikan ini pilot project dari dana Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF), yang selanjutnya banyak masuk investasi dari pihak lain termasuk BUMN," ucapnya.
Ia menyebut pengembangan geosite juga perlu mempertimbangkan kemudahan kenyamanan, keselamatan, dan keamanan.
Mengenai kemudahan akses menuju destinasi, ia memuji pemerintah daerah yang telah menyediakan jalan yang nyaman menuju berbagai lokasi wisata.
Tinggal selanjutnya mengonsep hal tersebut agar siap menjadi destinasi kelas dunia.
"Ke depan menghadirkan rasa global, kalau bisa dirancang seperti itu kami tinggal bantu karena telah dirumuskan dengan baik. Harus tahu dulu, sehingga sudah ada konsepnya. Kami akan tindaklanjuti dengan mengirim tim," jelasnya. (advertorial/q2)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/bupati-belitung-h-sahani-saleh-sanem-mendampingi.jpg)