Breaking News:

Belitung Dikenal Sebagai Daerah Penghasil Lada, Dibuat Sebagai Produk Buah Tangan

Produk yang dikemas oleh pelaku UKM yaitu produk yang dibentuk sesuai dengan inovasi pelaku UKM.

Pos Belitung / Adelina Nurmalitasari
Lada Belitung 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Belitung salah satu daerah di Indonesia, yang sangat dikenal sebagai daerah penghasil lada. Ada lada hitam dan ada lada putih yang sudah di produksi oleh petani Belitung. Namun untuk produksi lada ini, ternyata bukan hanya bisa diproduksi untuk keperluan sehari-hari saja.

Kendati, lada atau yang biasa disebut sahang dalam bahasa Belitong ini, dibisa dikemas untuk kebutuhan buah tangan alias oleh - oleh. Itu sudah dibuktikan dan terpampang di Galeri KUKM Belitung, yang sekarang ini masih menjual produk tersebut.

Hanya saja perbedaannya, lada ini dikemas sebaik mungkin dengan ukuran yang sangat kecil. Ada yang berukuran 100 gram dan ada pula yang 50 gram untuk satu kemasan plastik dari pelaku KUKM. 

Selain itu, untuk kemasan lada ada yang dibuat perbotol kecil dengan kondisi lada sudah menjadi serbuk, dan ada pula yang dibuat gantungan kunci.

"Kalau yang dititipkan di kami ini, ada sekitar 6 UKM, khusus untuk lada tersebut, dengan posisi semua nya sudah dilakukan pengemasan. Ada yang kemasan di dalam botol dan ada yang di plastik berukuran tertentu," ungkap Manager Galeri KUKM Belitung Sulaiman kepada posbelitung.co, selasa (8/9/2020).

Produk yang dikemas oleh pelaku UKM yaitu produk yang dibentuk sesuai dengan inovasi pelaku UKM. Produksi itu dibuat sebagai bentuk inovasi, agar lebih menarik pembeli dan harga nya lebih terjangkau dengan kemasan tertentu. 

"Tapi kalau di total kan dengan satu kilogram lada, di banding harga lada yang sudah dibuat dalam kemasan ini, tentu lebih meningkat. Hanya saja, ini lebih memberikan edukasi kepada wisatawan, bahwa Belitung ini adalah daerah penghasil lada," ujarnya.

Produk tersebut, lanjut dia, memang harus dibuat semenarik mungkin agar memiliki daya tarim tersendiri. Ada satu produk dengan produk yang lain, tentu sangat berbeda.

"Itu ada pembelinya sendiri, dan banyak. Tapi yang terpenting kuncinya pada kemasan tersebut, jadi yang dijual label produsennya, karena mereka bisa saja menghubungi produsen nya secara langsung untuk kebutuhan yang lebih besar," bebernya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Berita Populer
Penulis: Disa Aryandi
Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved