Breaking News:

Masyarakat Pilih Hotel Miliki Program Sertifikasi Higienistas di Tengah Pandemi

Angka ini cukup jauh lebih tinggi dibandingkan faktor brand reputation yang dimana jumlahnya hanya mencapai 21 persen.

net
Ilustrasi Hotel: Satu di antara 36 Daftar Tempat Berpotensi Tinggi tularkan Virus Corona di New Normal 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA - Semenjak mewabahnya Covid-19 bukan hanya trend belanja konsumen saja yang bergeser, tetapi trend untuk memenuhi kebutuhan tarsier seperti berlibur atau menginap di hotel juga ikut bergeser.

Country Marketing Director, RedDoorz Indonesia Sandy Maulana menyatakan sejak ada pendemi membuat trend pemesanan hotel ikut bergeser di tengah masyarakat.

Ia bilang saat ini masyarakat lebih condong memilih hotel yang sudah memiliki program sertifikasi hiegenitas ketika ingin berlibur di masa new normal dibandingkan reputasi brand hotelnya.

"Sekarang masyarakat kita apabila ingin berlibur lebih memilih hotel mana yang sudah memiliki sertifikat hiegenitas dibanding travel company atau reputasi brandnya," ujarnya dalam RedDoorz virtual group media interview, Selasa (8/9).

Dia menyebutkan berdasarkan data survei yang ia dapatkan ada sebanyak 29 persen orang yang mengaku lebih memilih kebersihan hotel sebagai tolak ukur utama dalam memesan hotel.

Angka ini cukup jauh lebih tinggi dibandingkan faktor brand reputation yang dimana jumlahnya hanya mencapai 21 persen.

Selain dari segi kebersihan, dia mengatakan tolak ukur kedua masyarakat ketika memilih hotel adalah dari sisi harga yang ditawarkan.

Dia bilang masyarakat masih tetap memilih harga hotel yang lebih murah atau kompetitif dibandingkan dengan hotel yang mahal.

"Kalau lihat datanya seperti Australia, New Zealand, Hongkong, Singapore itu masih memilih hotel yang harga lebih murah dibandingkan yang mahal. Bukan hanya Indonesia saja," ucapnya.

Sandy menyebutkan, berdasarkan survei yang dilakukan oleh RedDoorz, sebanyak 35,7 persen responden yang berencana ingin berlibur dalam waktu dekat ini atau di bulan ini.

Lalu 49,8 persen lainnya yang lebih memilih berlibur dalam waktu 1 atau 3 bulan ke depan. "Artinya apa? Kami melihat minat masyarakat untuk kembali berlibur itu mulai ada peningkatan," katanya.

Sandy mengakui memang tempat untuk dipilih sebagai tempat berlibur masih seputaran wilayah domestik saja dibandingkan dengan wilayah internasional.

Sebab, selain memiliki persyaratan yang banyak dan ribet yang harus diurus, juga karena memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi jika dibandingkan berlibur di wilayah domestik.

"Kalau liburan ke negara luar itu mengurus dokumennya banyak dan cukup sulit, makanya lebih memilih berlibur di wilayah domestik. Wilayah domestik yang banyak dipilih itu adalah Bandung, Bogor, Yogya, Semarang hingga Medan yang sekarang banyak diminati," papar dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ada Pandemi, Tren Pemesanan Hotel oleh Masyarakat Indonesia Bergeser"

Editor: tedja pramana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved