Breaking News:

Berita Belitung

Pemuda Belitung Dimankan Polisi Saat Ambil Paket Berisi Tembakau Gorila, Hasil Tes Urinenya Negatif

Dugaan polisi benar, pasca tiga hari melakukan pemantauan, Eko datang mengambil paket yang dituju.

IST/dok Sat Narkoba Polres Belitung
Kasat Narkoba Polres Belitung AKP Naek Hutahayan menunjukan tembakau gorila milik pelaku, Rabu (9/9/2020) 

POSBELITUNG.CO - Seorang pemuda berusia 23 tahun warga Kelurahan Pangkal Lalang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung diamankan jajaran Sat Narkoba Polres Belitung pada Selasa (8/8/2020).

Pria bernama Eko itu kedapatan mengambil paket dari ekspedisi di Desa Aik Rayak, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung yang berisikan ganja sintetis atau tembakau gorila.

Pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil kerja sama Sat Narkoba bersama Bea Cukai dan perusahaan ekspedisi.

"Jauh sebelum penangkapan kami sudah bekerja sama dengan bea cukai dan seluruh kurir pengiriman barang, mengenai adanya barang yang mencurigakan. Pada saat barang tersebut masuk ke pesawat, pihak bea cukai menginformasikan adanya barang yang mencurigakan dan mereka melaporkan ke kami," ujar Kasat Narkoba Polres Belitung AKP Naek Hutahayan, Rabu (9/9/2020).

Ia menjelaskan pasca menerima laporan, timnya tak serta merta melakukan penangkapan tapi justru memantau selama tiga hari.

Tujuannya agar identitas penerima barang bisa terungkap dan polisi bisa menggali informasi terkait asal-usul barang tersebut.

Dugaan polisi benar, pasca tiga hari melakukan pemantauan, Eko datang mengambil paket yang dituju.

Akhirnya, lelaki yang bekerja serabutan itu digiring ke Mapolres Belitung untuk diperiksa.

"Saat ia mengambil barang, kita langsung grebek. Lalu barang itu kita buka dan disaksikan oleh pihak kurir. Dan setelah dibuka, ternyata barang itu berisikan ganja sintesis," ungkap pria berdarah Batak ini.

Hutahayan mengungkapkan berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengakui paket tersebut miliknya, namun untuk hasil tes urine dinyatakan negatif.

Kemudian, tembakau gorila seberat 26 gram itu rencananya akan dijual pelaku seharga Rp 50 ribu perlinting.

"Dia tidak mengkonsumsi narkoba lain selain ganja sintesis ini. Dalam penangkapan ini kami amankan 26 gram tembakau gorila," ungkapnya.

Atas perbuatannya dia dijerat Pasal 114 ayat 2 dan atau Pasal 112 ayat 2 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Ancaman hukumannya diatas lima tahun penjara. Untuk barang bukti akan dibawa ke laboratorium forensik dalam waktu dekat. Apakah didalam ganja sintesis ini terdapat kandungan narkoba atau tidak. Kalau tidak ada maka yang bersangkutan bisa dilepas," pungkasnya. (posbelitung.co/dede s)

Penulis: Dede Suhendar
Editor: Dedi Qurniawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved