Breaking News:

Virus Corona di Belitung

Dinkes Belitung Belum Bisa Temukan Dimana Pertama Kali Pasien JU yang Meninggal Tertular Covid-19

Dinas Kesehatan (Dinkes) Belitung, hingga sekarang, belum bisa menemukan jawaban tentang pasien JU, lelaki berusia 61 tahun yang terpapar Covid-19.

Penulis: Disa Aryandi | Editor: nurhayati
Posbelitung/Disa Aryandi
Ilustrasi aparat kepolisian dari Polres Belitung saat membawa jenazah yang meninggal ke RSUD H Marsidi Judono 

Seluruh pemakaman, menggunakan prosedur pemakaman covid-19. Petugas pemakaman, secara keseluruhan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

"Iya betul, untuk pasien covid-19 berinisial JU meninggal dunia. Itu sudah dimakamkan oleh petugas tadi pagi (kemarin) dan untuk pemakaman nya menggunakan prosedur covid-19," ungkap Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) kepada Posbelitung.co, kamis (10/9).

Sebelum meninggal dunia, pasien covid-19 ini sempat menjalani rawat inap di RSUD H Marsidi Judono selama 4 hari. Selama menjalani perawatan, pasien yang masuk ke UGD RSUD H Marsidi Judono kali pertama tertanggal 3 September 2020 itu, mengalami komplikasi.

Hasil diagnosa, pasien ini menderita kecing manis, dan infeksi saluran kemih. Petugas kesehatan, kali pertama tidak curiga bahwa pasien tersebut terpapar covid-19, lantaran memiliki penyakit bawaan. Namun setelah dilakukan pemeriksaan rapid test pada tanggal 7 September 2020, hasil rapid test tersebut reaktife.

"Diputuskan melalukan rapid test, karena kondisi pasien semakin kesini, mengalami gejala sesak dan demam, persis dengan gejala covid-19. Setelah itu dipindahkan ke ruanhan isolasi ICU," ujarnya.

Dihari yang sama pula, lanjut dia, petugas RSUD H Marsidi Judono langsung melakukan pengambilan swab kepada pasien JU. Swab tersebut di ambil selama dua kali berturut-turut dihari yang berbeda.

"Setelah di cek dengan menggunakan alat TCM, hasilnya positif Covid-19. Petugas langsung melakukan perawatan sesuai dengan prosedur covid-19 semaksimal mungkin, tapi tetap tidak tertolong," bebernya.

Gugus tugas RSUD H Marsidi Judono, kini masih terus melakukan tindaklanjut terhadap kasus Covid-19 itu. Seluruh petugas kesehatan yang pernah kontak dengan pasien atau berada didalam satu ruangan, langsung dilakukan pemeriksaan.

Pemeriksaan atau tracking dari cluster pasien JU tersebut, tidak lagi menggunakan rapid test. Namun diharuskan menggunakan metode PCR dengan alat TCM yang dimiliki oleh RSUD H Marsidi Judono.

"Yang sudah di tracking sampai sore hari ini (kemarin) khusus untuk petugas rumah sakit, ada 31 orang, 15 orang di antara nya sudah mendapatkan hasil, dan hasilnya negatif. Untuk swab itu, masing-masing satu orang dua sampel," bebernya.

Halaman
123
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved