Breaking News:

Berita Belitung Timur

Geopark Belitong Masih Berkesempatan Masuk Menjadi Anggota UGGp

Geopark Belitong yang kini berstatus geopark nasional masih memiliki kesempatan sebagai anggota UNESCO Global Geopark (UGGp)

Posbelitung.co/Suharli
BP Geopark Belitong dialog dengan wartawan di Pusat informasi Geologi (PIG) Kecamatan Kelapa Kampit Belitung Timur, Sabtu (12/9/2020) lalu. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG-- Geopark Belitong yang kini berstatus geopark nasional masih memiliki kesempatan sebagai anggota UNESCO Global Geopark (UGGp), hal itu berkenaan sudah dilengkapi rekomendasi oleh Geopark Belitong.

Penetapan  keputusan sidang tersebut direncanakan akan disidangkan pada November 2020 akan datang.

Sebelumnya pernah diberitakan Geopark Belitong ditangguhkan untuk UGGp.

Adapun rekomendasi yang diminta adalah penjelasan deliniasi peta wilayah Geopark Belitong, yang sebelumnya sempat dinyatakan belum memenuhi format dan persyaratan sebagaimana Statutas UGGp.

"Status deferred (ditangguhkan) waktu itu, jadi bukan hal yang pokok karena ini sifatnya kami melengkapi saja. Melengkapi itu sifatnya data. Jadi peta deliniasi yang kami buat dianggap mereka waktu itu tidak sama persepsinya dengan yang mereka inginkan,"  ungkap Ketua umum Badan Pengelola Geopark Belitong, Yuspian, usai dialog dengan wartawan di Pusat informasi Geologi (PIG) Kecamatan Kelapa Kampit Belitung Timur, Sabtu (12/9) lalu.

Dia menjelaskan, soal delineasi BP Geopark Belitong melihat daerah kepulauan, waktu itu sempat membuat peta itu dengan pendekatan hukum yang ada di Indonesia, bahwa Kabupaten itu hanya 3 mil laut sehingga tidak
single boundaries.

"Ketika mereka menerangkan deliniasi wilayah kawasan geopark tidak harus sama dengan wilayah administratifnya, karena yang diceritakan itu adalah itu tentang warisan geologi dalam kawasan itu. Jadi ini lepas dari soal sebuah wilayah," jelasnya.

Menurutnya, yang menjadi deliniasi  itu adalah kawasan yang akan digali potensi warisan geologi biologi dan budayanya.

Dia menegaskan jangan mendefinisikan pihaknya mengklaim punya geopark tidak dapat diganggu gugat.

"Tidak seperti itu, karena kawasan geopark itu kan adanya setelah kabupaten ini ada, hutan lindung itu ada, jadi artinya geopark itu ada belakangan bukan lebih dulu, sehingga klaim kami (sebagai geopark) tidak menghilangkan dan tidak menggugurkan status apapun lahan yang ada di dalamnya," ucap Yuspian.

OBJEK wisata berbasis alam Tebat Rasau di Desa Lintang Kecamatan Simpang Renggiang, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) masuk menjadi geosite baru Geopark Belitong.
OBJEK wisata berbasis alam Tebat Rasau di Desa Lintang Kecamatan Simpang Renggiang, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) masuk menjadi geosite baru Geopark Belitong. (posbelitung.co/ist)
Halaman
12
Penulis: Suharli
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved