Breaking News:

Penerapan PSBB DKI Jakarta Pengaruhi Industri Manufaktur

Hal ini disebabkan penjualan produk keramik mayoritas 70%-75% melalui toko ritel keramik dan sisanya melalui toko bahan bangunan.

Kontan.co.id
Ilustrasi pekerja di perusahaan manufaktur. 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA - Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta akan mempengaruhi bisnis industri manufaktur. Sebab Ibukota merupakan salah satu pasar dan lokasi penting industri.

Edy Suyanto, Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) menerangkan saat pelaksanaan PSBB awal Maret di DKI terjadi pelarangan toko ritel keramik.

"Hal tersebut telah memaksa industri keramik turunkan utilisasi produksi dari 65% menjadi 30% yang disertai dgn perumahan karyawan sekitar 15.000 orang," kata Edy kepada Kontan.co.id, Minggu (13/9).

Hal ini disebabkan penjualan produk keramik mayoritas 70%-75% melalui toko ritel keramik dan sisanya melalui toko bahan bangunan.

Adapun kata Edy, DKI Ibukota dengan daya beli yang lebih tinggi dibanding kota lainnya, diperkirakan sekitar 20% penyerapan keramik ada di provinsi tersebut.

Dari sisi produksi, anggota Asaki tidak ada yang memiliki pabrik di Jakarta sehingga tidak terdampak langsung dengan pembatasan operasional pabrikan. Namun dampaknya bakal terasa ke sisi penjualan ritel di ibukota.

Edy menilai saat ini sesungguhnya industri keramik baru saja memasuki tahap pemulihan semenjak pertengahan bulan Juni yang lalu sehingga secara cashflow masih berat.

Asaki tidak secara terang menyebutkan dampak PSBB kali ini terhadap sektor bisnis keramik, namun kata Edy, apabila toko-toko ritel keramik dan sanitaryware tetap diminta tutup maka pengurangan kapasitas produksi sudah tidak bisa dihindari termasuk perumahan karyawan.

Asaki menekankan bahwa pihaknya mendukung upaya Pemprov DKI utk menekan penyebaran Covid-19 melalui PSBB.

Tapi Asaki mengharapkan selama PSBB yang akan diterapkan per 14 September besok, aktivitas ritel tetap diperbolehkan beroperasi normal karena selama ini toko-toko tersebut telah menerapkan protokol kesehatan seperti wajib penggunaan masker, pengecekan suhu tubuh, tersedianya hand sanitizer dan pembatasan jumlah pelanggan.

Halaman
12
Editor: tedja pramana
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved