Breaking News:

Advertorial

BPOM Terbitkan Public Warning

BADAN POM terus melakukan pengawasan terhadap obat tradisional dan suplemen kesehatan Tanpa Izin Edar atau ilegal dan mengandung Bahan Kimia Obat

ist
DAFTAR PRODUK OBAT TRADISIONAL DAN SUPLEMEN KESEHATAN 

POSBELITUNG.CO--BADAN POM terus melakukan pengawasan terhadap obat tradisional dan suplemen kesehatan Tanpa Izin Edar atau ilegal dan mengandung Bahan Kimia Obat (BKO).

Badan POM juga melakukan pengawasan terhadap kosmetik ilegal dan atau mengandung bahan berbahaya di peredaran.

Melalui Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia, Badan POM melakukan pengawasan produk di lapangan dan pengawasan di media daring secara rutin, penyidikan kasus, maupun operasi penertiban ke sarana produksi, sarana distribusi, atau retail.

Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito mengungkapkan bahwa selama tahun 2019, Badan POM menemukan obat tradisional dan suplemen kesehatan ilegal dan/atau mengandung BKO senilai 6,2 miliar rupiah.

Temuan obat tradisional dan suplemen kesehatan tersebut didominasi oleh produk yang mengandung BKO Sildenafil Sitrat, Parasetamol, Deksametason, dan Fenilbutazon. Badan POM juga menemukan satu obat tradisional impor terdaftar yang mengandung BKO Metformin dan Glibenklamid.

Obat tradisional dan suplemen kesehatan yang mengandung BKO memiliki risiko kesehatan, seperti kehilangan penglihatan dan pendengaran, stroke, serangan jantung, kerusakan hati, bahkan kematian.

Selain itu, Badan POM juga menemukan 32 miliar rupiah kosmetik ilegal dan/atau mengandung bahan berbahaya. Temuan didominasi oleh kosmetik yang mengandung Merkuri dan Hidrokinon. Selain itu Badan POM juga menemukan 4 jenis kosmetik yang sudah ternotifikasi mengandung bahan dilarang/bahan berbahaya yaitu pewarna dilarang Merah K3. Secara umum bahan tersebut dapat menyebabkan kanker (karsinogenik), kelainan pada janin (teratogenik), dan iritasi kulit.

Temuan-temuan tersebut telah ditindaklanjuti secara administratif, antara lain berupa pembatalan notifikasi/izin edar, penarikan dan pengamanan produk dari peredaran, serta pemusnahan.

Terkait penanganan produk ilegal, selama tahun 2019 Badan POM telah mengungkap 42 perkara obat tradisional dan suplemen kesehatan ilegal dan/atau mengandung BKO, serta 96 perkara kosmetik ilegal dan/atau mengandung bahan berbahaya yang telah ditindaklanjuti secara pro-justitia.

Kepala BPOM menyampaikan bahwa dalam kurun waktu lima tahun terakhir, putusan tertinggi pengadilan perkara obat tradisional dan suplemen kesehatan dijatuhi sanksi berupa putusan pengadilan paling tinggi penjara 2 tahun dan denda 1 miliar rupiah, sedangkan perkara kosmetik dijatuhi sanksi berupa putusan pengadilan paling tinggi penjara 2 tahun 6 bulan dan denda 1 miliar rupiah.

Selain hasil temuan di atas, Badan POM juga telah menindaklanjuti laporan Post-Marketing Alert System (PMAS) yang dilaporkan oleh negara lain yaitu sebanyak 324 produk obat tradisional dan suplemen kesehatan, serta 78 item kosmetik mengandung bahan berbahaya. Semua temuan PMAS ini merupakan produk yang tidak terdaftar di Badan POM.

Masyarakat dihimbau untuk melindungi diri dari obat tradisional, kosmetik, dan suplemen kesehatan ilegal termasuk palsu yang banyak ditemukan Badan POM dijual secara daring karena tidak terjamin keamanan, manfaat, dan mutunya. Ingat selalu Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, Kedaluwarsa). Pastikan kemasan dalam kondisi baik, baca informasi produk yang tertera pada labelnya, memiliki Izin edar Badan POM, dan tidak melebihi masa kedaluwarsa. Masyarakat dapat melihat informasi tentang Public Warning di bit.ly/bpom-public-warning. (Advertorial)

DAFTAR PRODUK OBAT TRADISIONAL DAN SUPLEMEN KESEHATAN MENGANDUNG BAHAN KIMIA OBAT

DAFTAR PRODUK OBAT TRADISIONAL DAN SUPLEMEN KESEHATAN MENGANDUNG BAHAN KIMIA OBAT
DAFTAR PRODUK OBAT TRADISIONAL DAN SUPLEMEN KESEHATAN MENGANDUNG BAHAN KIMIA OBAT (ist)

DAFTAR PRODUK KOSMETIK YANG MENGANDUNG BAHAN BERBAHAYA

DAFTAR PRODUK OBAT TRADISIONAL DAN SUPLEMEN KESEHATAN
DAFTAR PRODUK KOSMETIK YANG MENGANDUNG BAHAN BERBAHAYA (ist)
Penulis: Iklan Bangkapos
Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved