Breaking News:

Ini Penjelasan Pertamina, Kritikan Ahok Soal Utang Besar Dari Akuisisi Sumur Minyak di Luar Negeri

Pertamina tercatat telah memiliki blok-blok migas di 12 negara antara lain Aljazair, Irak, Malaysia, Nigeria, Tanzania dan Gabon.

Editor: Rusmiadi
Instagram @basukibtp/ Tribunnews
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok 

POSBELITUNG.CO - Pertamina sejak beberapa tahun terakhir gencar melakukan akuisisi aset blok minyak dan gas (migas) di luar negeri.

Hal ini diperkirakan mampu menyumbang 33 persen target produksi, sehingga target perusahaan di sektor hulu tercapai.

Akuisisi sumur minyak di luar negeri dilakukan untuk mencapai target produksi di atas 1 juta barel oil equivalen per day (BOEPD) pada 2025 dan mendukung pertumbuhan perekonomian nasional.

Pertamina tercatat telah memiliki blok-blok migas di 12 negara antara lain Aljazair, Irak, Malaysia, Nigeria, Tanzania dan Gabon.

Hal ini menjadi sorotan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali yang bicara blak-blakan soal tata kelola di PT Pertamina (Persero) yang dinilainya berpotensi merugikan perusahaan.

Seperti diketahui Ahok menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina sejak 22 November 2019.

Menurut Ahok, keputusan bisnis Pertamina sering kali tak masuk akal dalam kalkulasi bisnis.

Akibatnya, Pertamina harus menanggung utang yang jumlahnya cukup besar. Salah satunya terkait akuisisi sumur- sumur minyak di luar negeri.

Dia mencontohkan kebijakan manajemen Pertamina yang rajin mengakuisisi sumur minyak di luar negeri. Pembelian ladang minyak dilakukan dengan utang.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan, Pertamina memiliki tugas untuk menjamin ketersediaan energi nasional.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved