Breaking News:

Pilkada Belitung Timur

Gubernur Erzaldi Apresiasi Simulasi Sispamkota Pengamanan Pilkada 2020 di Polres Belitung Timur

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengapresiasi penyelenggaraan simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota)

Posbelitung.co/Bryan Bimantoro
Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengapresiasi penyelenggaraan simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang dilaksanakan di Polres Belitung Timur, Jumat (18/9/2020) pagi.

Ia mengatakan apa yang sudah diperagakan dan dipersiapkan nantinya untuk pengamanan akan didukung sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Kami dari Pemprov Kepulauan Bangka Belitung akan mendukung dari belakang karena tugas pengamanan dan ketertiban ada di TNI dan Polri. Simulasi yang tadi kita saksikan merupakan sebuah peragaan yang baik dalam pengamanan Pilkada di Beltim Desember mendatang," kata Erzaldi saat ditemui Posbelitung.co, seusai acara.

Di tempat yang sama, Danrem 045 Garuda Jaya Brigjen TNI M Jangkung mengatakan kegiatan ini menggambarkan kesiapan TNI/Polri dalam menghadapi pelaksanaan pilkada termasuk dalam setiap tahapannya.

"Dengan latihan yang dilaksanakan, setiap personel jadi mengetahui siapa berbuat apa sehingga dalam pelaksanaan tugas tidak terhalang ataupun tumpang tindih," kata M Jangkung.

Kapolda Kepulauan Babel Irjen Pol Anang Syarif Hidayat menyampaikan bahwa pelaksanaan sispamkota ini agar publik, paslon, maupun media mengetahui persis apa yang akan dilakukan jika terjadi konflik dalam pelaksanaan menuju Pilkada 2020 di Beltim.

"Dalam penyelesaian konflik tersebut ada tahapan-tahapannya, mulai dari soft sampai yang paling keras. Namun, di atas itu semua kami tetap mengedepankan HAM, dalam penanganannya pun bertujuan untuk melumpuhkan bukan mematikan, semuanya terukur," jelas Anang.

Lebih jauh, Kapolda Irjen Pol Anang mengimbau kepada setiap pasangan calon agar mengedepankan protokol kesehatan dalam setiap tahapan menuju Pilkada. Dalam Peraturan KPU sudah diatur bahwa audience yang boleh hanya 100 orang, di luar dari itu akan dikenakan sanksi.

"Sanksi akan diberikan oleh tim Gakkumdu yang sudah dibentuk. Jika memang sejak awal diketahui akan ada potensi penumpukan massa melebihi 100 orang akan kita lakukan penyaringan supaya hal tersebut tidak terjadi," tegas Anang. (Posbelitung.co/Bryan Bimantoro)

Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved