Breaking News:

Berita Belitung Timur

Warga Dua Desa di Kelapa Kampit Swadaya Gotong Royong Perbaiki Jembatan

Warga di Dua Desa Kecamatan kelapa Kampit yakni Desa Pembaharuan dan Desa Senyubuk gotong royong memperbaiki jembatan kayu Sungai Beri.

Penulis: Suharli | Editor: Dedi Qurniawan
istimewa
Kepala Desa Senyubuk, Annasrul Hakim dan Kepala Desa Pembaharuan, Pamri saat memdampingi warga memperbaiki jembatan Sugai Beri yang menjadi batas dua desa tersebut. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Warga di Dua Desa Kecamatan kelapa Kampit yakni Desa Pembaharuan dan Desa Senyubuk gotong royong memperbaiki jembatan kayu Sungai Beri.

Jembatan ini biasanya jadi akses nelayan pinggir dan nelayan tengah saat akan mencari ikan.

Biaya renovasi jembatan digalang secara swadaya mengingat kondisi jembatan kayu sudah tidak layak lagi.

Apalagi pernah ada kejadian warga yang jatuh ke sungai akibat jembatan yang sudah tidak layak itu.

Kedua kepala desa itu sepakat agar jembatan yang biasanya dilalui nelayan untuk mencari nafkah itu diperbaiki pada hari Minggu (20/9/2020).

"Jadi memang tadi (memperbaiki jembatan) dengan Pak Pamri Kepala Desa Pembaharuan, berhubung Jembatan itu juga berada di wilayah Desa Senyubuk dan Desa Pembaharuan, yakni pantai Sandong dan Sabang ruk serta banyak masyarakat yang mempergunakan jembatan tersebut jadi diputuskan untum diperbaiki secara swadaya oleh warga kedua Desa," ujar Kepala Desa Senyubuk, Annasrul Hakim kepada posbelitung, Minggu (20/9/2020).

Dia menjelaskan pengguna jalan sebenarnya tidak hanya warga dua desa tersebut saja.

Hampir warga Se-Kecamatan Kelapa kampit juga ada yang pergi mencari hasil tangkapan laut di daerah itu dan satu satu akses jalan hanya jembatan tersebut.

"Jembatan ini sebanarnya sudah ada sejak lama sekali, dan ketika rusak yang memperbaiki warga Desa Pembaharuan, oleh karenanya baru kali ini saja kami Desa Senyubuk turut membantu memperbaiki jembatan itu, artinya pentingnya dua sinergisitas antara dua wilayah desa yang berdampingan," ujar Annas.

Annas mengaku sudah banyak warga yang menyampaikan tentang kondisi jembatan tersebut.

Sampai-sampai ada juga warga yang terjatuh dari jembatan tersebut karena papan jembatan sudah tidak layak.

Sekitar 34 orang warga kedua desa bergotong royong memperbaiki jembatan.

Beberapa kayu yang sudah tidak layak diganti dengan yang baru secara swadaya.

Sementara itu Kepala Desa Pembaharuan, Pamri juga mengatakan hal senada.

"Kebanyakan memang warg Desa Pembaharuan yang biasanya melintas di jembatan itu, tapi umumnya warga Kecamatan Kelapa kampit, terakhir di perbaiki sekitar lima tahun lalu. Jadi mereka sekarang istilah mereka tambal sulam papan jembatan yang sudah tidak layak. Jadi inisiatif masyakarat nelayan melapor mereka mau memperbaiki kami dampingi," ujarnya. (posbelitung.co / Suharli)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved