Breaking News:

Berita Belitung Timur

Wacana Penundaan Pilkada Jilid II, Ini Tanggapan Tim Sukses BERAKAR dan BELTIM KAYA

Baru-baru ini beberapa organisasi tingkat nasional mengusulkan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 ditunda lagi.

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: nurhayati
Posbelitung.co/Bryan Bimantoro
Fezzi Uktolseja dan Jafri. 

POSBELITUNG.CO,BELITUNG--Baru-baru ini beberapa organisasi tingkat nasional mengusulkan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 ditunda lagi.

Alasannya karena pertambahan angka positif covid-19 di Indonesia semakin tinggi.

Atas hal ini, Ketua Tim Pemenangan Pasangan Berakar (Burhanudin (Aan)-Khairil Anwar)) Jafri mengaku akan selalu siap kapan saja pilkada akan dilaksanakan. Ia mengaku sudah berkonsolidasi dengan enam parpol pengusung dan pendukungnya bahwa siap kapan saja, baik itu sesuai jadwal maupun ditunda lagi.

"Ini kan situasional ya sifatnya karena adanya pandemi covid-19. Apapun kebijakan pemerintah pusat kami siap melaksanakannya. Kami tak ada kekuatan lain kecuali mengikuti aturan dari pusat," kata Jafri saat ditemui Posbelitung.co di Kantor DPRD Beltim, Senin (21/9/2020).

Jika ditunda, lanjutnya, itu akan memberikan waktu yang sangat cukup baginya untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat.

"Walaupun Berakar sudah intens dikenal di masyarakat, namun tetap pendekatan secara persuasif perlu dilakukan. Intinya kami siap jalankan apapun peraturan dari pusat. Semoga semuanya lancar," tegas Jafri yang juga merupakan Ketua DPD II Partai Golkar Belitung Timur ini.

Bakal calon bupati Burhanudin mengatakan penundaan tersebut tergantung daerah masing-masing. Jika memang zona hitam bagaimana pemerintah pusat, begitu juga jika zona hijau.

"Namun karena anggaran sudah dikeluarkan takutnya soal pertanggungjawabannya seperti apa. Suka tidak suka proses politik harus berjalan. Terpenting adalah saling menjaga yaitu dengan cara menjalankan protokol kesehatan secara ketat di setiap tahapan," kata Burhanudin.

Ditemui terpisah, Ketua Tim Pemenangan Beltim Kaya (Yuri Kemal-Nurdiansyah (Anca)) Fezzi Uktolseja mengatakan akan mengikuti arahan dari pusat. Kalau harus ditunda harus ada PERPPU yang mengatur hal tersebut, jangan sampai menimbulkan masalah baru jika ditunda.

"Serba salah sebenarnya. Jika tidak ditunda, covid-19 semakin signifikan kenaikannya. Jika ditunda, tapi proses pilkada sudah berjalan, lusa sudah penetapan calon," ungkap Fezzi.

Ia berkomitmen secara partai politik mengikuti apa keputusan pemerintah demi kebaikan bersama. Jika ditunda maka beberapa pihak akan dirugikan. Seperti anggaran untuk penyelenggara, pasangan calon, dan pihak yang terlibat lainnya.

"Misal ditunda sampai tahun depan, apa yakin tahun depan corona sudah hilang? Kalau tidak ditunda, apakah kita bisa jamin bahwa penerapan protokol kesehatan bisa berjalan kondusif?" ujar Fezzi.

Bakal calon bupati Belitung Timur lainnya yaitu Yuri Kemal belum memberi keterangan lebih lanjut saat ditanya mengenai wacana penundaan ini.

Sampai berita ini ditulis, Yuri belum membalas pesan daring yang posbelitung.co kirimkan. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved