Breaking News:

Proyeksi Pendapatan Daerah Belitung Timur 2021 Turun 6,15 Persen

Kondisi perkonomian Belitung Timur turut dipengaruhi oleh ekonomi global akibat dari pandemi covid.

posbelitung/suharli
Bupati Belitung Timur, Yuslih Ihza saat menyampaikan sambutan dalam Rapat Paripurna penyampaian Rancangan KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 202. Selasa (22/9/2020) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Kondisi perkonomian Belitung Timur turut dipengaruhi oleh ekonomi global akibat dari pandemi covid. Pada tahun anggaran 2021 yang akan datang pemerintah daerah memproyeksikan pendapatan daerah sebesar Rp 833.312.4040.939,00 atau mengalami penurunan sebesar Rp 54.580.594.920,10 atau turun 6,15 persen dari APBD Tahun anggaran 2020 sebesar Rp 887.892.999.859,10, hal itu disampaikan dalam Rapat Paripurna penyampaian Rancangan KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2021.

Bupati Belitung Timur, Yuslih Ihza menyampaikan mencermati kinerja perekonomian dalam lima tahun terakhir, dan perubahan mendasar di Tahun 2020 sebagai dampak pandemi COVlD-19 serta prospek perekonomian ke depan, diperkirakan stabilitas perekonomian domestik masih akan menghadapi tantangan yang cukup berat yang ditandai dengan pertumbuhan ekonomi diproyeksikan pada Tahun 2020 akan mengalami tekanan.

"Pandemi Covid-19 bukan hanya menimbulkan isu kesehatan di tingkat global, namun juga menyebabkan terhentinya sebagian besar aktivitas, baik sosial maupun ekonomi," ujar Yuslih dalam sambutannya, Selasa (22/9/2020).

Dia menyampaikan, arah kebijakan perekonomian di tahun 2021 juga disusun dengan memperhatikan dokumen RPJMD Kabupaten Belitung Timur tahun 2016-2021.

Menurutnya kondisi perekonomian Kabupaten Belitung Timur di tahun 2021 masih akan terpengaruh dengan situasi perekonomian nasional dan global yang terdampak covid-19.

Kendati demikian, disampaikannya kondisi perekonomian Kabupaten Belitung Timur tahun 2021 diproyeksikan akan tetap tumbuh dan meningkat dengan asumsi berakhirnya pandami covid-19 atau Belitung Timur tetap menjadi zona hijau pada pandemi ini.

"Yang di antara lainnya didukung oleh kebijakan peningkatan kapasitas UMKM komoditas lokal, peningkatan kunjungan wisatawan peningkatan ekspor non migas yang secara gradual diperkirakan didukung oleh ekspor komoditas perkebunan seperti CPO, karet, lada dan Timah yang harganya diharapkan akan membaik seiring pertumbuhan ekonomi dunia dan meningkatnya permintaan akan komoditas ekspor," ujarnya.

Kebijakan pemerintah daerah dalam rangka pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) diantaranya, PAD diproyeksikan sebesar Rp 115.052.925.130,05, pendapatan tranfer diproyeksikan sebesar Rp 702.608.579.808,95, dan pendapatan yang sah lainnya diproyeksikan sejumlah Rp 15.650.900.000,00.

Strategi yang diterapkan pemerintah Kabupaten Belitung Timur guna mencapai target peningkatan pendapatan tidak hanya terfokus kepada kegiatan yang secara langsung terkait dengan upaya peningkatan pendapatan, akan tetapi mencakup juga berbagai langkah secara tidak langsung, seperti penibgkatan layanan publik dan peningkatan kualitas Kelembangaan pengelola keuangan daerah.

(posbelitung.co,suharli)

Penulis: Suharli
Editor: Khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved