Breaking News:

Mi Instan Tak Disarankan Jadi Bekal Makanan Utama saat Mendaki Gunung, Ini 5 Alasannya

Namun, sering kali pendaki gunung justru membawa bekal utama, salah satunya mi instan.

Editor: Novita
KOMPAS.COM/JONATHAN ADRIAN
Mi instan 

POSBELITUNG.CO - Mendaki gunung membutuhkan fisik dan energi yang prima.

Namun, sering kali pendaki gunung justru membawa bekal utama, salah satunya mi instan.

Padahal, mi instan nyatanya tidak disarankan sebagai bekal makanan pendakian gunung.

Bukan tanpa alasan, menurut Ahli Gizi Komunitas, dr Tan Shot Yen, mi instan memiliki kadar garam yang tinggi dan membuat seseorang bisa cepat haus.

"Kandungan garam yang tinggi membuat lekas haus dan malah bisa menimbulkan dehidrasi. Dalam satu bungkus mi instan memiliki kandungan garam 37 persen," kata dia saat dihubungi Kompas.com, Selasa (22/9/2020).

Tak hanya karena mengandung garam yang tinggi, dr Tan juga membeberkan empat alasan lain agar mi instan tidak lagi menjadi bekal makanan ketika pendakian.

Berikut lima alasan sebaiknya mi instan tidak jadi bekal makanan saat mendaki gunung:

1. Kandungan garam yang tinggi

Satu bungkus mi instan, seperti penjelasan dr Tan, memiliki 37 persen kandungan garam.

Angka tersebut termasuk tinggi dalam produk makanan.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved