Breaking News:

Dua Minggu, Seorang Pengusaha Toko Bangunan di Samosir Sekap Karyawan Perempuannya

eorang wanita muda,Risda Sigalingging mengalami penyekapan oleh bosnya dimana dia bekerja sebagai kasir, yaitu sebuah toko bangunan di Pangururan

Penulis: tidakada008 | Editor: M Ismunadi
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Risda Sigalingging warga Desa Lae Luhung, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Kabupaten Dairi didampingi oleh kuasa hukumnya Panal Limbong bersama rekanya Boris Situmorang melapor ke Polres Samosir 

POSBELITUNG.CO  - Seorang wanita muda,Risda Sigalingging mengalami penyekapan oleh bosnya dimana dia bekerja sebagai kasir, yaitu sebuah toko bangunan di Pangururan, Kabupaten Samosir.

Atas kejadian tersbeut Risda Sigalingging warga Desa Lae Luhung, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Kabupaten Dairi yang dirugikan melapor ke ke Polres Samosir, Sabtu sore (26/9/2020).

Risda Sigalingging didampingi oleh kuasa hukumnya Panal Limbong bersama rekanya Boris Situmorang.

Menurut Risda Sigalingging penyekapan yang dialaminya terjadi setelah dia dilaporkan atas dugaan penggelapan pada Rabu (2/9/2020) lalu di salah satu panglong material bangunan dimana dia bekerja.

"Saat saya dibawa oleh suruhan pengusaha itu ke Polres Samosir, atas tuduhan penggelapan, saya langsung menghubungi Paman saya yang tinggal di Rianiate Pangururan agar langsung datang ke Polres dan membawa saya kerumahnya, tapi saya tidak diperbolehkan dibawa kerumah paman saya, sehingga sehabis dari polres Samosir, saya langsung dibawa ketempat tokonya lagi," bebernya.

Kata Risda, sejak tanggal 3 september sampai dengan tanggal 22 september dia tidak diperbolehkan keluar dari rumah seperti biasa.

Bahkan tidak pernah melihat Matahari.

Mirisnya lagi, ujar Risda Sigalingging juga dia tidak bebas menghubungi keluarganya.

"Pada saat saya sakit, saya tidak dibawa berobat, Handphone saya ditahan, sehingga saya harus minta tolong lewat handphone teman sekamar saya untuk menghubungi orangtua saya. Kemudian orangtua saya datang dan membawa bidan setempat untuk mengobati saya," ungkapnya.

Panal H Limbong selaku kuasa hukumnya juga menjelaskan apa yang dialami kliennya. Bahwa kliennya mengalami traumatis karena dirampas haknya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved